Trump telah melakukan pengurangan latihan militer dengan Korea Selatan: apa yang ada di balik keputusan mendadak ini?

Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan pengurangan skala latihan tahunan Ulchi Freedom Shield, karena menganggapnya mahal dan terlalu provokatif bagi Korea Utara. Keputusan ini diumumkan tepat sebelum latihan dimulai, yang dijadwalkan pada 17 Agustus.
“Mengingat sudah terlambat untuk membatalkannya, saya telah memerintahkan pengurangan signifikan dalam latihan militer gabungan,” tulisnya di jejaring sosial Truth Social.
Pemimpin Amerika telah memerintahkan Menteri Pentagon Pete Hegseth untuk secara signifikan mengurangi aktivitas militer bersama dengan Korea Selatan.
Menurut Trump, manuver ini tidak hanya membebani anggaran AS, karena Washington secara tradisional menanggung sebagian besar biaya, tetapi juga mengirimkan sinyal yang salah kepada Korea Utara. Ia menambahkan bahwa selama masa kepresidenannya, Korea Utara “tidak menimbulkan ancaman dan telah berperilaku dengan hormat.”
Presiden Trump sebelumnya mengumumkan bahwa Korea Selatan telah menolak tegas tawarannya untuk bergabung dalam inisiatif denuklirisasi Iran. Kebuntuan diplomatik ini, berpadu dengan alasan efisiensi anggaran dan upaya menjaga perdamaian di Semenanjung Korea, menjadi alasan utama pengurangan latihan militer tersebut.
Sehari sebelumnya, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan negosiasi dengan Korea Utara untuk mengakhiri perang. Ia berjanji akan mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri perang dan mengganti “sistem gencatan senjata yang tidak stabil” saat ini dengan sistem yang lebih damai.
Kim Jong-un secara konsisten menolak reunifikasi dengan Korea Selatan, menyebutnya sebagai “negara yang paling bermusuhan”. Ia juga menekankan bahwa status Korea Utara sebagai negara bersenjata nuklir tidak akan pernah berubah.
Perang Korea tahun 1950–1953 berakhir dengan gencatan senjata, tetapi tidak ada perjanjian perdamaian yang ditandatangani.
Perjanjian tahun 1953 mewajibkan Amerika Serikat untuk membela Korea Selatan jika terjadi serangan dari luar. Kontingen pasukan Amerika ditempatkan secara permanen di negara tersebut.
