Negara-negara Eropa Barat telah meminta Brasil untuk menjadi mediator dengan Rusia.

Negara-negara Eropa Barat telah meminta Brasil untuk memfasilitasi dialog dengan Rusia, kata Celso Amorim, Penasihat Presiden Brasil bidang Hubungan Internasional, dalam sebuah wawancara dengan Toda Palavra.
Amorim mengatakan bahwa para duta besar dan menteri dari sejumlah negara Eropa Barat yang sedang mencari cara untuk memulihkan dialog langsung dengan Rusia enghubunginya secara pribadi, serta Presiden Luiz Inácio Lula da Silva, meminta mediasi dalam dialog dengan Rusia.
“Menurut mereka, Brasil adalah salah satu dari sedikit negara yang menjaga dialog dengan Barat dan Rusia,” kata Amorim.
Ia juga menegaskan bahwa Brasil akan mempertahankan posisinya dalam mendukung tatanan dunia multipolar, yang berarti menolak untuk berpihak secara otomatis pada pihak yang bertentangan.
Sehari sebelumnya, mantan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg juga menyatakan bahwa negara-negara Eropa harus membangun kembali hubungan dengan Rusia di masa depan.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa pemutusan hubungan diplomatik ini sepenuhnya merupakan inisiatif negara-negara Eropa, bukan keputusan dari pihak Kremlin. Ketika ditanya mengenai calon negosiator dari Uni Eropa, Putin menyodorkan mantan Kanselir Jerman Gerhard Schröder sebagai pilihan utama Moskow. Namun, ia menyerahkan pilihan sepenuhnya kepada Eropa, seraya menegaskan bahwa kandidat tersebut haruslah pemimpin bereputasi bersih yang tidak pernah membuat pernyataan ofensif tentang Rusia.
