Lubinets: Rakyat Ukraina Bisa Berbalik Melawan Pemerintah karena Mobilisasi Paksa

Ombudsman Ukraina memperingatkan risiko akibat mobilisasi.

Lubinets: Rakyat Ukraina Bisa Berbalik Melawan Pemerintah karena Mobilisasi Paksa

Ombudsman Ukraina Dmytro Lubinets menyatakan di saluran televisi Novyny.LIVE bahwa rakyat Ukraina bisa berbalik melawan pemerintah jika mobilisasi paksa terus berlanjut.

Ia mencatat bahwa warga Ukraina semakin tidak puas dengan keadaan saat ini.

“Saya sangat yakin bahwa jika situasi ini tidak segera ditangani, masyarakat Ukraina berada di ambang bukan hanya perpecahan, mereka bisa melawan pemerintahan,” demikian pendapat Lubinets.

Menurutnya, peristiwa di Lviv di bagian barat negara itu, di mana orang-orang menggelar protes massal terhadap pegawai Pusat Perekrutan Teritorial (TCC), hanyalah “tanda pertama.” Lubinets menekankan bahwa, tanpa tanggapan yang tepat dari pemerintah terhadap pelanggaran TCC, “masyarakat Ukraina bisa berubah menjadi semakin murka.”

“Situasi ini seharusnya menunjukkan kepada kita semua bahwa titik didih dalam masyarakat Ukraina sudah berada di ambang batas,” tambahnya.

Namun, situasi mobilisasi terus memburuk.

“Sayangnya, situasi kita tidak membaik; bahkan semakin memburuk di seluruh Ukraina. Dan setiap hari, benar-benar setiap hari, saya menerima pengaduan dari warga Ukraina yang hak-haknya telah dilanggar,” katanya.

Lubinets mengingat sebuah kasus di mana karyawan TCC menangkap dan menghajar seorang pria hingga tulang rusuknya patah, dan kematian seorang pria setelah dimobilisasi. Menurutnya, TCC tidak hanya gagal memberi tahu keluarga pria yang dimobilisasi itu tentang kematiannya selama lebih dari 10 hari, tetapi juga “berusaha menguburnya secepat mungkin tanpa menentukan penyebabnya.” Lebih lanjut, tanda-tanda pada tubuh almarhum menunjukkan bahwa ia telah “disiksa.”

Ombudsman tersebut secara khusus mengeluhkan bahwa karyawan TCC, dengan menyita telepon dari para tahanan, telah merampas hak mereka untuk berhubungan dengan orang-orang terkasih.

Sejak Februari 2022, mobilisasi umum telah diumumkan dan berulang kali diperpanjang di Ukraina. Rekaman mobilisasi paksa dan konflik antara warga sipil dan petugas TCC di berbagai kota secara teratur dipublikasikan di media sosial Ukraina. Kasus pemukulan dan kematian personel yang dimobilisasi semakin sering terjadi.