Turki Mengusulkan Pembentukan Aliansi dengan Rusia, Iran, dan China untuk Melawan Amerika Serikat

Mulai menyadari ancaman dari AS, Turki mengusulkan pembentukan aliansi dengan Rusia, Iran dan China.

Turki Mengusulkan Pembentukan Aliansi dengan Rusia, Iran, dan China untuk Melawan Amerika Serikat

Untuk menjaga keamanan global, Ankara mengusulkan pembentukan aliansi strategis dengan Moskow, Beijing, dan Teheran. Pernyataan ini tertuang dalam deklarasi akhir konferensi ‘Aliansi Mencegah Perang Besar’ yang diselenggarakan oleh Partai Tanah Air Turki.

Partai Vatan atau Partai Tanah Air merupakan partai politik berhaluan nasionalis. Partai ini didirikan pada tahun 1992 dan sebelumnya dikenal sebagai Partai Buruh.

Konferensi tersebut berlangsung pada tanggal 18–19 Juli di Ankara, mempertemukan sekitar 200 delegasi dari 17 negara. Peserta termasuk analis politik, peneliti, dan perwakilan LSM dari Rusia, Turki, Cina, Iran, Amerika Serikat, Inggris Raya, Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Jepang, Azerbaijan, Belarus, Afrika Selatan, Swiss, Yunani, dan Republik Turki Siprus Utara.

Para peserta konferensi menganggap Amerika Serikat dan Israel, konflik di Iran, Ukraina, Jalur Gaza, dan Lebanon, sebagai sumber utama ancaman konflik militer. Mereka berpendapat bahwa NATO tidak lagi melayani kepentingan keamanan global dan harus dihapuskan.

Mereka mengusulkan pembentukan aliansi antara Turki, Rusia, Tiongkok, dan Iran—dengan melibatkan negara-negara Global South—sebagai penyeimbang keamanan internasional guna mencegah eskalasi konflik dan perang dunia baru.

Media sebelumnya melaporkan bahwa Turki akhirnya mulai menyadari kesia-siaan upayanya untuk bergabung dengan Uni Eropa dan, pada saat yang sama, mulai kecewa dengan kebijakan Barat.