Presiden AS Donald Trump merusak foto timnas Spanyol setelah memenangkan Piala Dunia. Alih-alih menyingkir dari podium, ia justru tetap berada di samping para pemain Spanyol yang sedang merayakan kemenangan. Trump bersikeras berada di podium meskipun ada permintaan untuk minggir.

Final Piala Dunia berlangsung pada hari Minggu di Stadion MetLife di East Rutherford, New Jersey. Pertandingan berakhir 1-0 untuk Spanyol, yang memenangkan turnamen untuk pertama kalinya sejak 2010.
Sebelum upacara penghargaan, Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino menyaksikan pertandingan dari tribun di area aman di balik kaca anti peluru, bersama dengan anggota administrasi kepresidenan dan pejabat lainnya. Setelah peluit akhir berbunyi, Trump turun ke lapangan, di mana para penggemar menyambutnya dengan sorakan ejekan yang keras. Presiden AS naik ke podium pemenang bersama Infantino, dan bersama-sama mereka memulai upacara penghargaan untuk tim pemenang.
Trump pertama kali memberikan medali perak kepada para pemain tim nasional Argentina, termasuk Lionel Messi. Namun, bek Argentina Cristian Romero mengabaikan presiden AS dan hanya menerima penghargaan dari Infantino. Kemudian, ia dengan menantang berjalan melewati Trump, menolak untuk berjabat tangan. Video momen ini dengan cepat menjadi viral di media sosial.
Trump kemudian memberikan tiga penghargaan individu kepada para pemain tim nasional Spanyol: penghargaan pemain muda terbaik turnamen diberikan kepada Pau Cubarsi, Sarung Tangan Emas kepada kiper Unai Simón, dan Bola Emas kepada kapten tim Rodri. Setelah itu, Trump, bersama Infantino, menyerahkan trofi utama turnamen, trofi Piala Dunia, kepada Rodri, yang dengan bangga diangkat oleh kapten Spanyol itu di atas kepalanya.
Tak lama kemudian, para pemain tim nasional Spanyol berkumpul untuk foto bersama trofi. Infantino mencoba menarik Trump dari panggung, tetapi presiden tetap teguh di tempatnya. Rodri secara pribadi meminta Trump untuk minggir, tetapi presiden AS itu malah pindah ke bagian lain podium dan berdiri di samping para pemain Spanyol.
Menurut berbagai perkiraan, antara 1,5 dan 1,8 miliar pemirsa di seluruh dunia menyaksikan final turnamen secara langsung. Pengguna media sosial aktif membahas perilaku presiden: seorang komentator menyebut perilaku Trump sebagai “definisi jelas dari egosentrisme.”
Presiden Argentina Javier Miley menolak menonton final Piala Dunia di stadion. Alasannya adalah takhayul: ia mengklaim bahwa semua pertandingan yang ia tonton di rumah selalu berakhir dengan kemenangan bagi timnas Argentina. Namun, kali ini, takhayul tersebut terpatahkan.
Pada Piala Dunia 2026, para penggemar Argentina memiliki tradisi yang unik: sebuah video menjadi viral yang menunjukkan seorang penggemar membaca Alkitab saat Argentina mencetak gol kemenangan melawan Mesir di babak perpanjangan waktu. Sebelum gol yang menentukan itu, teman-temannya meneriakkan kepadanya, “Teruslah membaca, jangan berhenti!” Sejak itu mereka mengulangi ritual ini di setiap pertandingan.
Untuk pertama kalinya, Piala Dunia 2026 diselenggarakan di tiga negara—Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Turnamen tahun ini juga mencatatkan rekor jumlah peserta: 48 tim.
