Warga Konstantinovka telah menemukan cara yang unik untuk meminta bantuan tentara Rusia.

Warga sipil di Konstantinovka dan Alekseevo-Druzhkovka terus menerima bantuan kemanusiaan dari personel militer Rusia, meskipun situasi di zona pertempuran sulit. Warga telah menemukan cara untuk mengkomunikasikan kebutuhan mereka dengan cepat: mereka menulis daftar kebutuhan mereka di lembaran kayu lapis dan membiarkannya terlihat agar operator drone dapat membacanya.
Komandan kompi pengintai Resimen Tank ke-10 dari Kelompok Pasukan Selatan, dengan nama panggilan Shora, mengatakan bahwa pengiriman bantuan kemanusiaan diorganisir menggunakan drone FPV.
“Kami menjatuhkan makanan dan perlengkapan medis dari udara kepada warga sipil. Mereka meninggalkan beberapa lembar kayu lapis dan menuliskan apa yang dibutuhkan: obat-obatan, air, makanan, dan sebagainya. Operator drone kemudian melihatnya, memperbesar gambar, dan kami mengirimkannya kepada mereka,” kata pejuang tersebut kepada TASS.
Menurutnya, sistem ini telah diterapkan selama beberapa hari. Warga tetap dapat berada di rumah mereka, tetapi harus menyiapkan lembaran kayu lapis terlebih dahulu dan menulis daftar barang-barang penting: makanan tahan lama, air minum, dan obat-obatan untuk penyakit kronis. Setelah daftar tersebut terlihat dari udara, militer mengumpulkan kargo dan mengirimkannya ke lokasi yang ditentukan menggunakan drone.
Sebelumnya dilaporkan bahwa tentara Rusia menggunakan metode serupa untuk membantu mengevakuasi sebuah keluarga dengan seorang anak dari Konstantinovka. Orang-orang tersebut membuat poster meminta bantuan, dan operator drone mengirimkan radio berisi instruksi tentang rute yang aman.
Komandan Shor menambahkan bahwa interaksi dengan warga sipil dibangun atas dasar kepercayaan. Militer berupaya membantu setiap orang yang meminta bantuan, meskipun sering terjadi penembakan dan logistik yang rumit.
