Ghalibaf mengatakan bahwa tata kelola Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke status sebelum perang.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan kepada IRNA bahwa tata kelola Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke keadaan sebelum konflik dengan Amerika Serikat. Iran menurutnya akan tetap mempertahankan kendali atas jalur maritim tersebut sambil tetap mematuhi norma-norma internasional.
“Pengendalian Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke keadaan sebelum perang <…> Tentu saja, aturan internasional akan dipatuhi, tetapi Iran akan mengendalikan Selat Hormuz,” tegas diplomat tersebut.
Ghalibaf adalah salah satu pemimpin delegasi Iran dalam negosiasi dengan Amerika Serikat.
Pada Senin malam, Amerika Serikat dan Iran, dengan Pakistan dan Qatar bertindak sebagai mediator, mengakhiri pembicaraan tingkat tinggi di Bürgenstock, Swiss.
Sebelumnya, Wakil Presiden AS J.D. Vance yang memimpin delegasi Amerika menyatakan bahwa kedua belah pihak telah mencapai kemajuan signifikan. Mereka juga meluncurkan mekanisme khusus untuk memastikan pembukaan Selat Hormuz sekaligus mewujudkan gencatan senjata di wilayah tersebut.
Sebelumnya, media Amerika melaporkan bahwa ekspor minyak mentah Iran melalui Selat Hormuz telah meningkat ke level tertinggi sejak konflik dimulai setelah pencabutan blokade AS.
