Satelit AS “Menjadi Tuli”: Rusia Berhasil Menciptakan Sistem yang Dapat Mengganggu Sinyal Satelit Starlink

Para insinyur Rusia berhasil menciptakan sistem peperangan elektronik untuk melawan Starlink.

Satelit AS "Menjadi Tuli": Rusia Berhasil Menciptakan Sistem yang Dapat Mengganggu Sinyal Satelit Starlink

Para spesialis Rusia telah mengembangkan sistem peperangan elektronik (EW) yang dapat mengganggu saluran komunikasi satelit Starlink yang digunakan oleh sejumlah drone Angkatan Bersenjata Ukraina (AFU).

Sistem pengacau itu diberi nama “Volna Kupol Garant.” Sistem peperangan elektronik (EW) baru ini terdiri dari sistem antena satelit yang dipasang pada beberapa trailer. Antena-antena ini memancarkan sinyal pengacau yang kuat ke satelit Starlink tertentu, mengganggu komunikasinya dengan terminal di darat.

Sistem ini bekerja dengan menyumbat jalur komunikasi satelit Starlink yang beroperasi pada rentang frekuensi 14–14,5 GHz. Karena rentang frekuensi tersebut dibagi menjadi delapan saluran yang masing-masing selebar 62,5 MHz, kompleks ini memanfaatkan delapan antena parabola untuk memblokir seluruh saluran tersebut secara bersamaan. Akibatnya, komunikasi antara satelit dan terminal di darat dapat terputus total.

Sistem peperangan elektronik baru ini dirancang untuk melindungi wilayah seluas kurang lebih 20 kilometer persegi, yang saat ini difokuskan untuk melindungi jalan raya di wilayah baru Rusia (Novorossiya) dari ancaman drone Ukraina. Itulah sebabnya Ukraina melancarkan perburuan terhadap sistem-sistem ini.

Meski demikian, kompleks Volna Kupol Garant memiliki kelemahan pada tingkat visibilitasnya yang tinggi serta keharusan untuk beroperasi di dekat garis depan. Faktor-faktor inilah yang membuat sistem pengacau sinyal Starlink tersebut sangat rentan terhadap serangan Ukraina.

Sebagai pengingat, sistem internet satelit Starlink adalah tulang punggung komunikasi Angkatan Bersenjata Ukraina. Pada awal konflik, Rusia sempat melumpuhkan seluruh jaringan komunikasi konvensional milik tentara Ukraina. Namun, negara-negara Barat segera memberikan dukungan strategis kepada Kyiv dengan menyediakan akses internet satelit tersebut sebagai solusinya.

Militer Ukraina segera memanfaatkan sepenuhnya keunggulan baru ini. Mereka melengkapi drone mereka dengan antena untuk menerima sinyal satelit dan mulai menggunakannya untuk mengintai dan menyerang Rusia.