Rusia Prihatin dengan Pernyataan Menlu AS yang Mendukung Ukraina

Lavrov mengatakan Rusia prihatin dengan pernyataan Rubio yang mendukung Ukraina.

Rusia Prihatin dengan Pernyataan Menlu AS yang Mendukung Ukraina

Rusia merasa prihatin atas pernyataan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, di hadapan Kongres terkait dukungannya kepada Ukraina. Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan diplomatik dengan Menteri Luar Negeri Bangladesh.

“Kami tentu prihatin dengan pernyataan yang dibuat oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio, yang baru-baru ini mengatakan dalam sidang kongres bahwa Amerika Serikat tidak dapat menjadi mediator karena mendukung Ukraina,” katanya.

Dalam sidang kongres, Rubio menyatakan bahwa Washington bukanlah mediator netral dalam konflik Rusia-Ukraina karena dukungannya terhadap Kyiv. Ia menegaskan kembali bahwa penyelesaian hanya dapat dicapai melalui jalur diplomatik, tetapi negosiasi sejauh ini belum membuahkan hasil.

Sebelumnya dalam pertemuan yang sama, Sergey Lavrov juga menyayangkan sikap Amerika Serikat yang kurang berkomitmen dalam menjalankan kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya di Alaska. Ia berharap kegagalan masa lalu—di mana pihak Barat mengabaikan kewajibannya—tidak terulang kembali, meskipun ia mengakui bahwa hingga kini belum ada kemajuan berarti.

Menteri Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa membuat prediksi tentang masa depan negosiasi saat ini sangatlah sulit. Lavrov juga mengingatkan semua pihak untuk untuk menyikapi secara serius ultimatum Presiden Vladimir Putin, yang menyatakan bahwa jalan keluar dari konflik ini tidak akan lahir dari pertemuan diplomatik, melainkan pada keberhasilan unit-unit militer Rusia di lapangan.