Kelompok Uni Eropa (EU3) Menetapkan Lima Syarat untuk Perdamaian di Ukraina

“Perdamaian” ala Eropa: gencatan senjata, sanksi, dan pembekuan aset Rusia.

Kelompok Uni Eropa (EU3) Menetapkan Lima Syarat untuk Perdamaian di Ukraina

Setelah pembicaraan dengan Volodymyr Zelenskyy di London pada 7 Juni, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz menguraikan lima syarat untuk menyelesaikan konflik Ukraina. Pernyataan bersama dari para pemimpin EU3 tersebut dipublikasikan di situs web pemerintah Inggris.

Berikut 5 syarat yang ditetapkan oleh EU3:

– Gencatan Senjata Segera: Pelaksanaan gencatan senjata yang menyeluruh tanpa penundaan.

– Garis Depan sebagai Titik Awal: Garis kontak atau posisi militer saat ini harus dijadikan landasan awal untuk memulai negosiasi lebih lanjut.

– Jaminan Keamanan untuk Ukraina: Pemberian kepastian dan jaminan keamanan bagi Ukraina setelah gencatan senjata resmi berlaku.

– Keamanan Eropa: Perlindungan menyeluruh terhadap kepentingan keamanan negara-negara di kawasan Eropa.

– Pembekuan Aset Rusia: Aset-aset milik Rusia akan tetap dibekukan sampai adanya penyelesaian konkret mengenai kompensasi atau ganti rugi kepada Kyiv.

Starmer, Macron, dan Merz juga mendukung negosiasi langsung antara Rusia dan Ukraina dengan partisipasi AS dan negara-negara Eropa. Dengan demikian, Uni Eropa berupaya mengamankan perannya sebagai mediator kunci dalam proses negosiasi potensial tersebut.

Selain itu, Starmer, Macron, dan Merz mengumumkan niat mereka untuk terus menekan ekonomi Rusia dan memperluas bantuan militer ke Ukraina.

Moskow telah berulang kali menyatakan bahwa pengiriman senjata ke Ukraina hanya akan memperpanjang konflik.

Pihak Rusia sebelumnya telah menetapkan syarat-syaratnya untuk gencatan senjata. Syarat-syarat tersebut termasuk penarikan pasukan Ukraina dari DPR, LPR, dan wilayah Zaporizhzhia dan Kherson.

Moskow juga bersikeras pada pengakuan internasional atas Krimea, Sevastopol, dan wilayah-wilayah baru di dalam Rusia, serta pencabutan sanksi Barat. Kremlin menekankan bahwa jika konflik berlarut-larut, syarat-syarat negosiasi bisa berubah sewaktu-waktu.