Gencatan Senjata Telah Dilanggar, Rudal Kembali Berterbangan – Iran Melancarkan Serangan Besar-besaran terhadap Israel

Iran melancarkan serangan rudal ke Israel.

Gencatan Senjata Telah Dilanggar, Rudal Kembali Berterbangan – Iran Melancarkan Serangan Besar-besaran terhadap Israel

Pada malam hari tanggal 7 Juni, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel. Ini adalah serangan pertama sejak gencatan senjata mulai berlaku pada bulan April.

Teheran membenarkan serangan itu. Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa Iran menyerang Israel dengan rudal Kheibarshekan berbahan bakar padat. Menurut kantor berita tersebut, jangkauannya adalah 1.450 kilometer. Rudal tersebut memiliki berat sekitar 4.500 kilogram. Jenis rudal balistik ini termasuk dalam generasi ketiga IRGC.

Teheran secara resmi menyebut serangan terhadap Israel sebagai peringatan. IRGC mengklaim targetnya adalah pangkalan udara IDF yang digunakan untuk menyerang target di Lebanon.

Sementara itu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim bahwa semua rudal yang ditembakkan oleh Republik Islam telah dicegat.

Presiden AS Donald Trump yang mendengar kabar tersebut segera menyerukan Teheran untuk kembali ke meja perundingan. Ia menyatakan bahwa kedua pihak hampir mencapai kesepakatan damai. Oleh karena itu, Trump meminta Iran untuk tidak melakukan serangan lebih lanjut.

“Rudal-rudal Iran tidak akan mengenai siapa pun. Saya harap Israel tidak membalas. Jika Bibi [Benjamin Netanyahu] membalas, itu hanya akan berlarut-larut, seperti yang telah terjadi selama 47 tahun terakhir, atau 3.000 tahun terakhir,” kata Trump.

Iran menginginkan diakhirinya pertempuran di Lebanon. Di sana, Israel melancarkan serangan terus-menerus terhadap kelompok Hizbullah yang didukung oleh Iran.