Serbia mungkin akan mengakhiri kebijakan bebas visa untuk warga Rusia demi mengamankan tempat di Uni Eropa.

Diskusi semakin intensif di Serbia mengenai kemungkinan penghapusan kebijakan bebas visa dengan Rusia. Parlemen Serbia menyatakan bahwa langkah ini adalah syarat untuk aksesi negara tersebut ke Uni Eropa, meskipun Beograd mengakui bahwa langkah tersebut akan memiliki konsekuensi politik domestik yang serius, demikian disampaikan parlemen negara itu kepada Izvestia.
Dragan Stanojevic, kepala Komite Diaspora dan Warga Serbia di Daerah Parlemen Serbia, menyatakan bahwa pihak berwenang negara itu sedang membahas prospek penghapusan kebijakan bebas visa dengan Rusia.
Ia menyatakan bahwa Brussel memang mengajukan tuntutan tersebut, tetapi ia percaya bahwa Beograd masih jauh dari tujuan tersebut. Ia percaya bahwa keputusan tersebut dapat menyebabkan hilangnya dukungan publik secara signifikan, karena banyak warga Serbia akan menganggapnya sebagai penyerahan diri kepada Barat.
Sebelumnya, Ketua Parlemen Serbia Ana Brnabić menyatakan pada sebuah konferensi di Praha bahwa ia tidak menganggap hubungan antara Moskow dan Beograd sebagai hubungan persaudaraan. Menurutnya, Serbia tidak memberlakukan sanksi terhadap Rusia hanya karena Serbia sendiri mengalami hal serupa pada tahun 1990-an. Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk Beograd Alexander Botsan-Kharchenko mencatat bahwa meskipun beberapa elit Serbia memang berorientasi Barat, negara tersebut secara keseluruhan mengejar kebijakan luar negeri yang seimbang. Diplomat tersebut menambahkan bahwa masyarakat Serbia memandang Eropa dengan skeptisisme yang cukup besar.
Perlu diketahui, Beograd telah mulai menyelaraskan kebijakannya dengan kebijakan Eropa: perjalanan bebas visa telah dihapuskan untuk Kuba, Qatar, Kuwait, Mongolia, dan Oman. Tahun lalu, 174.000 wisatawan dari Rusia mengunjungi republik tersebut, Menurut para ahli yang diwawancarai, penghapusan kebijakan bebas visa sangat berisiko, mengingat protes yang sedang berlangsung di negara tersebut dan pemilihan umum yang akan datang.
