Kongres AS: Angkatan Darat AS Kehilangan 14 Pesawat dan 28 Drone Selama Operasi Melawan Iran

Amerika Serikat telah menghitung kerugian angkatan udaranya selama Operasi Epic Fury.

Kongres AS: Angkatan Darat AS Kehilangan 14 Pesawat dan 28 Drone Selama Operasi Melawan Iran

Amerika Serikat kehilangan 42 pesawat selama operasi militernya melawan Iran, termasuk jet tempur, pesawat nirawak, pesawat tanker, dan pesawat misi khusus, lapor Congressional Research Service.

Pesawat nirawak serang MQ-9A Reaper mengalami kerugian paling signifikan. Dua puluh empat di antaranya hancur atau hilang dalam pertempuran. MQ-9A banyak digunakan untuk misi pengintaian dan serangan. Setiap pesawat nirawak berharga lebih dari $56 juta. Selain itu, AS juga kehilangan satu pesawat nirawak pengintai MQ-4C Triton karena alasan yang belum diketahui.

Tiga pesawat tempur F-15E ditembak jatuh oleh tembakan dari pihak sendiri, dan satu lagi ditembak jatuh di atas Iran. Sebuah pesawat tempur siluman F-35A juga mengalami kerusakan, dan sebuah pesawat serang A-10 hilang.

Satu pesawat peringatan dini dan kendali udara E-3 Sentry AWACS hancur di darat akibat serangan udara Iran. Selama kampanye militer, tujuh pesawat tanker KC-135 mengalami kerusakan serius, salah satunya jatuh dan menewaskan enam awak.

Laporan itu juga menyebutkan dua pesawat operasi khusus MC-130J hancur di darat dan satu helikopter HH-60W rusak akibat tembakan.

Sebelumnya, situs web Iran War Cost Tracker menghitung bahwa AS telah menghabiskan lebih dari $85 miliar selama 79 hari perang dengan Iran. Para jurnalis memperhitungkan biaya pemeliharaan personel kapal-kapal Amerika yang dikerahkan ke Timur Tengah dan pengeluaran terkait lainnya. Angka tersebut ternyata tiga kali lebih tinggi daripada $29 miliar yang dikutip oleh Jules Hurst, penjabat kepala layanan keuangan Pentagon.