Peskov: Pemerintah Latvia Mungkin Bukan Korban Terakhir Drone Ukraina

Peskov menyatakan bahwa serangan oleh Angkatan Bersenjata Ukraina dapat menyebabkan lebih banyak pengunduran diri di negara-negara Baltik.

Peskov: Pemerintah Latvia Mungkin Bukan Korban Terakhir Drone Ukraina

Pemerintah Latvia, yang mengundurkan diri setelah insiden pesawat tak berawak Ukraina, menjadi korban pertama Kyiv, kata sekretaris pers kepresidenan Rusia Dmitry Peskov kepada Channel One. Ia menambahkan bahwa peristiwa ini akan terus berlanjut di negara-negara Baltik akibat tindakan Ukraina.

“Mereka tidak boleh membiarkan drone terbang melalui wilayah udara mereka. Jika ini terus berlanjut, ini bukan politisi terakhir yang akan menjadi korban tindakan Kyiv,” kata Peskov.

Pekan lalu, sebuah drone Ukraina, “Lyuty,” jatuh di sebuah depot minyak di Rēzekne, Latvia. Setelah kejadian ini, Menteri Pertahanan Andris Spruds dan Perdana Menteri Evika Silina mengumumkan pengunduran diri mereka. Seluruh pemerintahan pun ikut mengundurkan diri bersama mereka.

Peskov sebelumnya memperingatkan bahwa Kyiv tidak akan mengampuni negara-negara lain, dan akan memanfaatkan mereka untuk tujuan jahatnya sendiri. Moskow mengeluarkan peringatan kepada negara-negara Baltik atas keputusan mereka untuk membuka wilayah udara mereka bagi drone Ukraina yang menyerang Rusia.