Presiden Tiongkok Mengusulkan Langkah-langkah untuk Menyelesaikan Krisis di Timur Tengah

Xi Jinping menyampaikan usulan-usulannya untuk penyelesaian konflik di Teluk Persia.

Presiden Tiongkok Mengusulkan Langkah-langkah untuk Menyelesaikan Krisis di Timur Tengah

Menurut kantor berita Tiongkok Xinhua, Presiden Tiongkok Xi Jinping menyampaikan empat usulan untuk menyelesaikan krisis di Timur Tengah. Presiden China Xi Jinping mengumumkan hal ini dalam pertemuan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Khaled bin Mohammed Al Nahyan. Kedua pihak membahas situasi di kawasan tersebut dan cara-cara untuk menstabilkannya.

“Negara-negara Timur Tengah dan Teluk Persia saling terkait erat dan merupakan tetangga dekat. Kita harus mendukung peningkatan hubungan di antara mereka, mendorong pembentukan sistem keamanan bersama yang komprehensif dan berkelanjutan di kawasan ini, dan memperkuat fondasi untuk hidup berdampingan secara damai,” kata Xi Jinping.

Presiden Tiongkok menyatakan bahwa penting untuk menghormati keamanan dan integritas teritorial negara-negara Timur Tengah (Iran, Irak, Afghanistan, Pakistan, serta negara-negara Semenanjung Arab) dan Teluk Persia, dan keselamatan personel, fasilitas, dan lembaga semua negara juga harus dipastikan.

Ia juga menyerukan penegakan otoritas hukum internasional untuk mencegah dunia kembali dikuasai oleh “hukum rimba”.

Xi menyimpulkan bahwa semua pihak harus bekerja sama untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi pembangunan negara-negara di kedua kawasan ini.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengkritik blokade AS terhadap Selat Hormuz, menyebutnya berbahaya dan tidak bertanggung jawab. Juru bicara Guo Jiakun menyatakan bahwa peningkatan kekuatan militer dan blokade akan memperburuk perbedaan, meningkatkan ketegangan, dan merusak gencatan senjata yang rapuh, mengancam keselamatan pelayaran.

Menurut Reuters, pembicaraan AS -Iran mungkin akan berlangsung minggu ini di Islamabad.