Menurut laporan media, Trump berpura-pura membatalkan operasi ke Iran karena takut terjadi kebocoran informasi.

Foto: BRENDAN SMIALOWSKI / AFP via Getty Images
Presiden AS Donald Trump menipu para ajudannya dalam sebuah pertemuan sehari sebelum operasi Iran dimulai karena takut informasi bocor, demikian dilaporkan media asing, mengutip para pejabat.
“Trump geram dengan banyaknya orang yang hadir. <…>Pada satu titik, presiden tiba-tiba mengumumkan bahwa operasi tersebut dibatalkan. Dia mengatakan akan terus mempertimbangkannya,” lapor majalah Time. Setelah pengumuman tersebut, ruangan menjadi kosong, dan Trump mulai mengumpulkan kelompok kecil yang tepercaya untuk membahas operasi tersebut.
Konflik di Timur Tengah dimulai pada malam tanggal 28 Februari. Saat itu, AS dan Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Iran. Serangan tersebut menewaskan sejumlah besar pemimpin negara itu, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Masa berkabung nasional diumumkan, dan pemimpin baru, Mojtaba Khamenei, putra pemimpin sebelumnya, segera terpilih. Iran Kemudian melancarkan serangan balasan terhadap wilayah Israel, serta terhadap target militer AS di Timur Tengah.
