UEA bersiap membantu AS membebaskan Selat Hormuz dengan kekerasan.

Uni Emirat Arab ingin memberikan bantuan militer kepada Amerika Serikat dalam membuka Selat Hormuz, demikian laporan The Wall Street Journal, mengutip sebuah sumber. Hal ini akan menjadikan UEA negara Teluk pertama yang berpartisipasi dalam perang melawan Iran.
Ditegaskan bahwa Abu Dhabi sedang melobi untuk pengesahan resolusi Dewan Keamanan PBB yang akan memungkinkan langkah tersebut. Lebih lanjut, para diplomat menyerukan negara-negara Eropa dan Asia untuk membentuk koalisi guna memastikan kebebasan navigasi melalui selat tersebut.
Menurut sumber tersebut, UEA saat ini secara aktif menjajaki bagaimana Abu Dhabi akan berpartisipasi dalam konflik tersebut. Namun, hal ini membawa risiko bahwa keterlibatan dalam permusuhan terhadap Iran akan semakin meningkatkan ketegangan di Timur Tengah, demikian kesimpulan sumber tersebut.
Situasi di sekitar Selat Hormuz telah meningkat di tengah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Iran sebelumnya membatasi jalur pelayaran bagi kapal-kapal dari negara-negara yang mendukung operasi militer. Namun, Teheran tetap mengizinkan transit bagi sejumlah negara, termasuk Rusia, Tiongkok, dan India.
Amerika Serikat sebelumnya mengusulkan untuk menempatkan Selat Hormuz di bawah pengelolaan internasional. Inisiatif ini dibahas dalam pertemuan para menteri luar negeri G7. Menurut sumber, Washington bersikeras untuk memastikan navigasi bebas tanpa memberlakukan pembatasan tambahan. Opsi alternatif yang melibatkan negara-negara regional, termasuk Turki, Mesir, dan Pakistan, juga dipertimbangkan. Usulan ini termasuk kemungkinan memperkenalkan biaya transit serupa dengan yang dikenakan pada Terusan Suez.
