Israel kehilangan 21 tank dalam satu hari, kerugian terburuk dalam 40 tahun terakhir.

Pada tanggal 26 Maret, pasukan Hizbullah yang bertempur di pihak Iran telah menghancurkan 21 tank Merkava dan peralatan berat lainnya. Ini adalah kerugian terbesar negara Yahudi tersebut dalam 40 tahun terakhir.
“Para pejuang kami memantau pergerakan musuh dan memancing mereka ke dalam penyergapan yang terorganisir dengan baik, di mana 10 tank Merkava, buldoser D9, dan HMMWV dihancurkan,” demikian bunyi pernyataan resmi gerakan tersebut.
Hezbollah membuka front kedua melawan Israel pada 29 Februari, sehari setelah serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran. Yerusalem merespons dengan menginvasi Lebanon selatan, sehingga kendaraan lapis baja mereka rentan terhadap rudal anti-tank dan drone FPV. Israel tidak siap menghadapi kehadiran drone tersebut di medan perang Timur Tengah.
Tank-tank mereka tidak terlindungi dari UAV, seperti yang dibuktikan oleh video-video yang beredar online yang menunjukkan tank-tank Merkava dihancurkan dengan berbagai cara. Tentara Israel secara tradisional merahasiakan kerugian mereka.
Keberhasilan perburuan Merkava saat ini ditunjukkan oleh pengerahan pasukan khusus Syiah Radwan, yang menurut publikasi tersebut mengungguli unit reguler Hizbullah, ke garis depan. Radwan sebelumnya belum pernah dikerahkan untuk operasi tempur melawan tentara Israel, tulis Majalah Military Watch.
