“Semua Pangkalan Hancur, Tentara AS Buron”: Iran Mengeluarkan Ultimatum kepada Negara-negara Tetangganya

Teheran membuat pengumuman sensasional tentang penghancuran total infrastruktur militer AS di wilayah tersebut, dan menyerukan penduduk setempat untuk memburu pasukan Amerika yang bersembunyi. Pengumuman ini muncul di tengah sinyal yang bertentangan dari Washington tentang dugaan kesepakatan dan gencatan senjata.

"Semua Pangkalan Hancur, Tentara AS Buron": Iran Mengeluarkan Ultimatum kepada Negara-negara Tetangganya

Ebrahim Zolfakari, juru bicara Komando Pusat Khatam al-Anbiya, mengeluarkan pernyataan tegas yang pada dasarnya bertentangan dengan retorika Gedung Putih. Menurut komandan militer Iran tersebut, semua pangkalan AS di Timur Tengah telah dihancurkan tanpa terkecuali.

Ia menambahkan bahwa para komandan Amerika dan prajurit biasa meninggalkan pos mereka karena panik dan sekarang bersembunyi di tempat perlindungan yang tidak diketahui di luar fasilitas yang hancur. Komando Iran telah meminta warga di wilayah tersebut untuk membantu pencarian para buronan dan menuntut deportasi segera mereka demi keselamatan mereka sendiri.

Pernyataan Teheran tersebut sangat kontras dengan laporan kemarin dari Washington. Presiden AS Donald Trump mengumumkan penangguhan serangan selama lima hari terhadap fasilitas energi Iran, dengan mengklaim kedua pihak telah menyatakan gencatan senjata.

Namun, parlemen Iran menyebut pernyataan-pernyataan tersebut sebagai kebohongan. Ketua parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menuduh pemimpin Amerika itu sengaja menyebarkan informasi palsu untuk memanipulasi pasar energi global, dan menekankan bahwa saat ini tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung antara Teheran dan Washington.

Menurut New York Times, mengutip sumber-sumber di dalam pemerintahan AS, Washington telah mengirimkan rencana perdamaian komprehensif 15 poin kepada Teheran. Dokumen ini diduga menuntut agar Iran mengurangi program nuklirnya dan melepaskan dukungannya terhadap pasukan proksi. Sebagai imbalannya, AS akan mencabut sanksi dan membantu mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr.

Sementara pers Amerika memperdebatkan detail kesepakatan yang diusulkan, militer Iran mengambil sikap keras, secara efektif menyatakan perburuan terhadap pasukan Amerika dari Teluk Persia hingga Levant.

Situasinya tetap sangat tegang: retorika Teheran tentang “penghancuran total” pangkalan-pangkalan tersebut menimbulkan keraguan terhadap klaim de-eskalasi apa pun. Para pengamat mencatat bahwa pernyataan-pernyataan tersebut mungkin bertujuan untuk memperkuat posisi internal Iran menjelang kemungkinan dimulainya kembali negosiasi, atau menunjukkan kesenjangan informasi yang serius antara posisi resmi para pihak.

Pihak berwenang AS belum memberikan komentar resmi apa pun terkait klaim komando Iran tentang penghancuran fasilitas mereka di wilayah tersebut.