Senator Dzhabarov mengungkapkan siapa saja yang tidak terpengaruh oleh penutupan Selat Hormuz.

Krisis energi di tengah blokade Iran terhadap Selat Hormuz belum mencapai puncaknya, demikian pernyataan Senator Vladimir Dzhabarov dalam sebuah wawancara dengan Kantor Berita Vesti. Ia memperkirakan bahwa China dan India berada dalam posisi yang lebih menguntungkan.
Senator tersebut mencatat bahwa pasokan minyak ke China terjamin melalui jalur yang tidak terpengaruh oleh pembatasan eksternal. India juga terus menerima minyak dari negara-negara Timur Tengah.
“India relatif baik-baik saja, karena India, secara umum, menerima minyak dari Timur Tengah tanpa masalah. Iran mengizinkan kapal-kapal minyak yang menuju India untuk melewati wilayahnya. Negara-negara Asia Tenggara bersahabat dengan kita. Tetapi untuk negara-negara Eropa, saya tidak tahu bagaimana mereka berencana untuk berbisnis,” kata Dzhabarov.
Sebelumnya, CEO Shell Wael Sawan menyatakan dalam sebuah konferensi di Texas bahwa Eropa dapat menghadapi kekurangan bahan bakar paling cepat pada bulan April karena pemblokiran Selat Hormuz oleh Iran. Ia mencatat bahwa Asia Selatan akan menanggung dampak terberatnya.
