Kementerian Kesehatan Israel melaporkan 5.000 korban jiwa selama konflik dengan Iran.

Sejak dimulainya konfrontasi skala besar dengan Teheran, hampir 5.000 warga negara Yahudi tersebut membutuhkan bantuan medis, demikian dilaporkan Kementerian Kesehatan Israel.
Layanan pers Kementerian Kesehatan Israel melaporkan sejumlah besar warga yang mengalami cedera dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda selama konflik, demikian laporan RIA Novosti.
“Sejak dimulainya Operasi Lion’s Roar, hingga pukul 7:00 pagi hari Selasa, 24 Maret, 4.829 orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit. Saat ini, 111 orang dirawat di rumah sakit, di antaranya 12 orang dalam kondisi serius, 21 orang dalam kondisi sedang, dan 78 orang dengan luka ringan,” demikian pernyataan tersebut.
Washington dan Tel Aviv mulai menyerang target di Iran pada 28 Februari. Teheran melakukan serangan balasan di wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Sebelumnya, kantor pers pemerintah Israel melaporkan 24 kematian dan 592 luka-luka akibat serangan roket selama tiga hari.
Teheran menggunakan rudal hipersonik selama serangan terhadap Tel Aviv dan Haifa.
