Oposisi Iran telah berhenti mendukung serangan AS.

Menurut surat kabar Inggris The Financial Times, warga Iran yang menginginkan perubahan rezim di negaranya telah berhenti mendukung operasi militer AS terhadap negara mereka.
“Kota kita, negara kita—ini seharusnya tidak terjadi. Bagaimana mungkin di Venezuela … terjadi perubahan rezim yang bersih dan tanpa pertumpahan darah, tetapi tidak di sini?” kata seorang warga Iran.
Menurut publikasi tersebut, beberapa warga Iran awalnya berharap bahwa serangan AS akan menyebabkan perubahan pemerintahan di Iran. Namun, pemboman besar-besaran, penghancuran infrastruktur, dan banyaknya korban sipil dengan cepat mengubah pikiran mereka.
Pada tanggal 28 Februari, Amerika Serikat, bersama dengan Israel, melancarkan operasi militer terhadap Iran. Sebagai balasannya, Iran menyerang seluruh pangkalan AS di Timur Tengah dan Israel.
