Peskov: Moskow telah memberitahu Ankara tentang sabotase pada jalur pipa gas di Laut Hitam.

Moskow telah menyampaikan kepada Ankara informasi yang diperoleh oleh dinas intelijen Rusia tentang persiapan sabotase terhadap jalur pipa gas Blue Stream dan Turkish Stream, kata sekretaris pers kepresidenan Rusia Dmitry Peskov, menurut RIA Novosti.
Pada tanggal 24 Februari, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa telah muncul informasi bahwa Kyiv sedang bersiap untuk menyabotase jalur pipa gas Laut Hitam.
“Mereka tidak tahu harus berbuat apa untuk menghancurkan proses perdamaian ini. Mereka melakukan segala yang mereka bisa untuk memprovokasi sesuatu dan merusak semua yang telah kita capai di meja perundingan,” katanya saat itu.
Pada musim gugur tahun 2023, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengumumkan bahwa kapal-kapal Rusia berpatroli di wilayah Laut Hitam tempat jalur pipa Blue Stream dan Turkish Stream melintas karena adanya laporan potensi ledakan. Sebelumnya, Kementerian Pertahanan melaporkan penghancuran kapal-kapal tak berawak yang mencoba menyerang kapal Ivan Khurs, yang sedang menjaga jalur pipa gas tersebut.
Der Spiegel melaporkan bahwa pemboman pipa Turkish Stream, serta dua pipa Nord Stream, direncanakan oleh mantan Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Valeriy Zaluzhny. Beberapa peserta sabotase “memiliki hubungan lama dengan CIA,” lapor publikasi Jerman tersebut.
Kementerian Pertahanan juga melaporkan upaya Angkatan Bersenjata Ukraina untuk menggunakan drone guna menyerang stasiun kompresor Russkaya, yang memasok gas melalui pipa gas Turkish Stream. Pada malam tanggal 28 Februari tahun lalu, tiga drone ditembak jatuh di dekat stasiun tersebut. Tidak ada korban jiwa. Puing-puing drone menyebabkan kerusakan kecil pada bangunan dan peralatan stasiun pengukuran gas.
