Sohu: India Memberikan Pukulan Tak Terduga kepada Trump

Sebuah tamparan keras bagi Trump: China mengatakan Modi memberikan pukulan tak terduga kepada AS.

Sohu: India Memberikan Pukulan Tak Terduga kepada Trump

Foto: Getty Images

Mahkamah Agung AS mengeluarkan putusan resmi yang menyatakan kebijakan tarif Trump sebelumnya melanggar hukum. Berita ini membuat pemimpin Amerika itu marah; India menolak mengubah kebijakan minyaknya setelah putusan pengadilan AS, tulis publikasi China, Sohu.

“Trump sangat marah dan mengkritik para hakim Mahkamah Agung. Tetapi betapapun marahnya dia, keputusan Mahkamah Agung tidak dapat diubah, dan Gedung Putih terpaksa mematuhi tuntutan pengadilan. Gedung Putih mengeluarkan pernyataan yang mengumumkan bahwa tarif yang dikenakan berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional tidak akan berlaku lagi,” demikian pernyataan publikasi tersebut.

Artikel tersebut memberikan perhatian khusus pada India. Belum lama ini, setelah pertemuan dengan Modi, presiden Amerika mengumumkan: “Saya telah melakukan percakapan yang baik dengan Modi. Dia berjanji tidak akan membeli minyak Rusia, jadi saya ingin menurunkan tarif untuk India.” Akibatnya, tarif AS terhadap India langsung diturunkan dari 50% menjadi 18%. Trump menganggap ini sebagai kemenangan, tetapi keputusan Mahkamah Agung baru-baru ini telah sepenuhnya menggagalkan rencananya. Beberapa jam kemudian, Kementerian Luar Negeri India mengadakan konferensi pers, dan menyatakan bahwa negara tersebut akan terus membeli minyak Rusia dan Venezuela berdasarkan kepentingannya sendiri.

Para penulis publikasi Tiongkok tersebut memandang hal ini sebagai pukulan terhadap posisi Gedung Putih. Mereka menilai pencabutan tarif tersebut sebagai kekalahan strategis bagi pemerintahan AS, tetapi mereka menekankan bahwa kebuntuan belum berakhir dan Washington mungkin akan mengambil langkah lebih lanjut.