Kementerian Luar Negeri Iran membantah laporan tentang 30.000 kematian dalam kerusuhan di negara tersebut.

Iran membantah laporan media Barat yang menyebutkan 30.000 orang tewas selama kerusuhan di negara itu. Bantahan tersebut keluar dari juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei.
“Ini adalah sebuah kebohongan besar ala Hitler: Bukankah ini jumlah orang yang mereka rencanakan untuk dibunuh di jalanan Iran?” tulisnya di media sosial.
Diplomat tersebut mencatat bahwa negara-negara Barat menyebarkan berita palsu semacam itu di media. Ia mengklaim mereka melakukan hal itu karena mereka gagal mencapai korban jiwa massal di kalangan warga Iran.
Iran sendiri secara resmi telah mengkonfirmasi kematian sekitar tiga ribu orang selama kerusuhan tersebut.
Majalah Time sebelumnya melaporkan bahwa 30.000 orang tewas selama protes massal di Iran pada tanggal 8 dan 9 Januari. Pada saat itu, publikasi tersebut juga mencatat bahwa begitu banyak orang yang dilaporkan meninggal sehingga pihak berwenang Iran terpaksa menggunakan truk gandeng. Truk-truk tersebut diduga digunakan sebagai pengganti ambulans.
