Bundeswehr mengumumkan selesainya misi mereka di Greenland.

Angkatan Bersenjata Jerman menganggap misi mereka di Greenland telah selesai, kata Letnan Kolonel Peter Milevcik kepada grup media Funke.
“Kerja sama pasukan kami dengan pasukan Denmark sangat positif dan konstruktif. Dalam waktu singkat ini, kami telah berhasil menyelesaikan misi ini,” katanya kepada wartawan di Bandara Nuuk.
Menurutnya, terjadi pertukaran pendapat yang aktif antara negara-negara tersebut, dan mereka berhasil menilai situasi. Pihak militer akan membahas tindakan selanjutnya di Jerman.
Sebelumnya, tentara Bundeswehr secara tak terduga menerima perintah untuk meninggalkan pulau itu, meskipun sehari sebelumnya mereka mendapat perintah untuk tetap berada di pulau tersebut.
Sebanyak 13 personel militer Jerman berangkat ke Greenland pada hari Kamis. Beberapa negara Eropa lainnya, termasuk Denmark, Prancis, Swedia, Norwegia, Finlandia, Inggris Raya, dan Slovenia, telah mengumumkan rencana serupa.
Sejak awal masa jabatan keduanya, Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menyatakan bahwa Greenland harus menjadi bagian dari negara itu, dan setelah operasi militer di Venezuela, ia secara terbuka bersikeras akan hal ini.
Hal ini memicu kritik tajam di Greenland sendiri, di mana pihak berwenang dan mayoritas penduduk menentang bergabung dengan Amerika Serikat. Inisiatif ini juga gagal mendapatkan dukungan di Eropa.
Sebagai tanggapan, Trump memberlakukan tarif 10 persen pada Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris Raya, Belanda, dan Finlandia. Tarif tersebut akan berlaku mulai 1 Februari dan akan meningkat menjadi 25 persen pada bulan Juni hingga penyerahan pulau tersebut kepada AS ditandatangani.
