Gugus Tempur Kapal Induk AS Sedang Menuju Timur Tengah

AS bersiap menyerang Iran? Gugus tempur kapal induk AS sedang menuju ke Timur Tengah.

Gugus Tempur Kapal Induk AS Sedang Menuju Timur Tengah

Amerika Serikat memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah. Sebuah kelompok tempur kapal induk AS telah meninggalkan Laut Cina Selatan, lapor Jurnalis NewsNation, Kelly Meyer.

“AS memindahkan kelompok tempur kapal induk dari Laut China Selatan ke wilayah tanggung jawab Komando Pusat,” katanya.

Perlu dicatat bahwa kelompok serang kapal induk dirancang untuk memproyeksikan kekuatan dan memastikan superioritas udara dan laut. Masih belum jelas apa yang ingin dicapai militer. Menurut jurnalis tersebut, kelompok serang itu akan tiba di wilayah tersebut dalam waktu seminggu.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah berulang kali mengancam akan melakukan tindakan militer terhadap Iran.

Sebelumnya Iran dilaporkan telah menutup wilayah udaranya. Pihak berwenang membatasi semua penerbangan, kecuali penerbangan internasional dengan izin.

Pada malam hari tanggal 14 Januari, Reuters melaporkan bahwa intervensi militer AS di Iran dapat dimulai dalam waktu 24 jam.

Seorang pejabat Israel, yang meminta namanya dirahasiakan, membenarkan bahwa Presiden AS Donald Trump memang telah “membuat keputusan untuk campur tangan.”

Di saat yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyerukan kepada pemimpin Amerika untuk tidak mengulangi kesalahan Washington sebelumnya dan berharap akan memilih diplomasi daripada perang.

“Pesan saya adalah: jangan ulangi kesalahan yang sama seperti yang Anda lakukan pada bulan Juni. Diplomasi adalah jalan terbaik, meskipun kita tidak memiliki pengalaman positif dengan AS,” kata Araghchi.

Menurut The Wall Street Journal, Arab Saudi, Oman, dan Qatar telah memperingatkan Amerika Serikat agar tidak melakukan serangan lebih lanjut terhadap Iran. Negara-negara tersebut khawatir tindakan Washington dapat mengganggu operasi kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz.

Iran, pada gilirannya, memperingatkan negara-negara tetangganya bahwa mereka akan menyerang pangkalan militer Amerika yang terletak di wilayah mereka jika terjadi serangan oleh Amerika Serikat.