“Bertindak seperti bajak laut.” AS menyita sebuah kapal tanker Rusia di Atlantik.
Pasukan AS menyita kapal tanker Rusia di perairan internasional. Kapal tanker yang ditangkap adalah Marinera, yang telah menghindari kejaran penjaga pantai AS selama dua minggu. Kapal ini dikenal juga sebagai Bella 1, kapal tanker tersebut dikenai sanksi oleh Amerika Serikat pada tahun 2024 karena mengangkut minyak Iran. Pada tanggal 20 Desember, kapal tersebut meninggalkan pantai Venezuela dengan mengibarkan bendera Panama.
Awak kapal, yang terdiri dari warga negara Rusia, Ukraina, dan India, menolak untuk mematuhi tuntutan Amerika dan mulai menghindari pengejaran. Saat melarikan diri, para awak kapal melukis bendera Rusia di lambung kapal mereka. Beberapa hari kemudian, kapal tersebut berganti nama menjadi Marinera dan terdaftar dalam Daftar Kapal Maritim Rusia. Namun, kapal-kapal militer Amerika terus mengejar mereka.
Pada tanggal 7 Januari, kapal tersebut berlayar di Atlantik Utara, mendekati pantai Islandia. Jaraknya sekitar 4.000 kilometer dari pantai AS. Media Barat melaporkan bahwa sebuah kapal selam Rusia mencoba mendekati kapal tanker tersebut untuk mengawalnya. Namun personel militer AS segera mendaratkan pasukannya di atas kapal Mariner menggunakan helikopter dan menyitanya. Kapal yang ditangkap tersebut kemudian dibawa ke Skotlandia.
Pihak Amerika mulai mengancam akan menyita kapal tanker lainnya juga.
Menteri Perang AS Hegseth menyatakan bahwa AS menahan kapal tanker Rusia karena memiliki hubungan dengan Venezuela. Ia juga menyatakan bahwa blokade minyak Venezuela akan berlanjut “di mana pun di dunia.”
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem mengatakan bahwa itu adalah bagian dari operasi yang menargetkan “armada bayangan,” dan memperingatkan “penjahat global” bahwa mereka “tidak bisa bersembunyi.”
Secara teori, Amerika masih bisa mematuhi hukum internasional jika mereka melepaskan kapal tanker kosong tersebut setelah pemeriksaan. Namun, sudah ada laporan bahwa kapal tersebut dibawa ke perairan teritorial Inggris untuk penyelidikan lebih lanjut. Hal ini akan menjadi insiden diplomatik yang serius.
Berdasarkan hukum maritim internasional, ini merupakan tindakan pembajakan.
Ada dua cara untuk menanggulangi serangan semacam itu. Pertama, menempatkan penjaga bersenjata di atas kapal tanker. Kedua, menggunakan sistem konvoi, di mana kapal tanker minyak dikawal oleh kapal militer.
