Kementerian Luar Negeri Rusia menyerukan kepada Amerika Serikat untuk membebaskan Presiden Venezuela Maduro dan istrinya.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa Rusia sangat mendesak Amerika Serikat untuk membebaskan Presiden Venezuela yang terpilih secara sah, Nicolás Maduro, dan istrinya.
“Mengingat laporan yang telah dikonfirmasi bahwa Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya berada di Amerika Serikat, kami sangat mendesak Amerika untuk mempertimbangkan kembali posisi ini dan membebaskan presiden terpilih yang sah dari negara berdaulat dan istrinya,” kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan.
Pihak Rusia juga menekankan perlunya mengutamakan dialog dibanding menggunakan kekerasan.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan penangkapan Maduro dan istrinya. Jaksa Agung AS Pamela Bondi mengklarifikasi bahwa Maduro dan istrinya akan diadili atas tuduhan “narkoterorisme.”
Menurut laporan media, Maduro ditangkap oleh pasukan Delta Force AS saat sedang tidur di rumahnya.
