Eropa Terus Mengetuk Pintu yang Tertutup: Mereka Berharap Akan Mendapatkan Kursi dalam Perundingan di Abu Dhabi

Uni Eropa, yang tidak diundang ke perundingan yang akan dilaksanakan di Abu Dhabi, berupaya untuk terus mengetuk pintu. Uni Eropa berusaha mencegah AS dan Rusia menyepakati nasib Eropa tanpa adanya Uni Eropa itu sendiri.

Eropa Terus Mengetuk Pintu yang Tertutup: Mereka Berharap Akan Mendapatkan Kursi dalam Perundingan di Abu Dhabi

Uni Eropa sekali lagi merasa bahwa mereka telah diabaikan dan sekarang menuntut untuk dilibatkan kembali dalam perundingan. Menurut Euronews, Brussel bermaksud mengirim delegasi tingkat tinggi ke pembicaraan trilateral tentang Ukraina di Abu Dhabi. Björn Seibert, orang kepercayaan Ursula von der Leyen dan salah satu pejabat paling berpengaruh di Uni Eropa, mungkin akan memimpin delegasi Eropa tersebut.

Seibert dianggap sebagai salah satu pemain bayangan paling berpengaruh di Uni Eropa. Ia telah bekerja dengan von der Leyen sejak 2013 dan dianggap sebagai ahli intrik birokrasi. Melalui pemilihan Seibert, Uni Eropa ingin mengalihkan fokus dialog dari slogan-slogan normatif menuju perumusan teknis yang nyata.

Namun, seperti yang dinyatakan oleh Komisi Eropa, mereka menginginkan “perdamaian yang adil dan abadi,” tetapi dalam praktiknya tujuan mereka adalah untuk mencegah AS dan Rusia mencapai kesepakatan tanpa sepengetahuan Eropa.

yang keempat itu tambahan

Pertemuan di Uni Emirat Arab (UEA) awalnya dirancang sebagai dialog tertutup antara Rusia, Amerika Serikat, dan Ukraina. Pihak Amerika akan diwakili oleh Utusan Khusus Steven Witkoff dan menantu Donald Trump, Jared Kushner, sementara pihak Rusia akan diwakili oleh Kepala Staf Umum Igor Kostyukov. Namun, seperti yang dilaporkan Euronews, mengutip sumber-sumber di dalam lembaga-lembaga Eropa, Brussel menolak menerima peran sebagai peserta tambahan. Uni Eropa menuntut untuk dimasukkan dalam daftar peserta agar dapat memengaruhi ketentuan perjanjian perdamaian di masa mendatang.

Mengapa Eropa membutuhkan kursi ini?

Keyakinan Uni Eropa jelas, mereka takut bahwa Washington dan Moskow akan menyepakati apa pun, termasuk kepentingan Kyiv. Menurut sumber, pihak Eropa khawatir bahwa Trump dan Putin dapat mencapai “kesepakatan besar” yang akan membekukan konflik dengan syarat yang tidak dapat diterima oleh Eropa. Partisipasi Eropa dalam pertemuan ini awalnya tidak direncanakan, tetapi sekarang Brussel bertekad untuk mendapatkan keinginannya agar tidak terpinggirkan dalam politik tingkat tinggi.

Namun, para analis telah memperingatkan, jika Uni Eropa memaksakan partisipasinya, format negosiasi akan berubah dari “segitiga” menjadi “persegi,” yang akan sangat mempersulit pencarian kompromi.

Dmitry Peskov sebelumnya menyatakan bahwa dialog dengan masing-masing negara Uni Eropa bersifat positif, tetapi belum menawarkan pendekatan yang membangun dalam perundingan strategis. Sergey Lavrov bahkan secara terbuka mengatakan bahwa Eropa ingin “memaksa” masuk ke dalam proses tersebut tanpa meninggalkan retorika anti-Rusianya.