WP: AS dan Eropa sedang menyiapkan rencana perdamaian untuk Ukraina.

AS dan Eropa sedang mengembangkan rencana bersama untuk menyelesaikan konflik di Ukraina, yang mencakup empat poin utama. Ini termasuk memulihkan ekonomi Ukraina, menjamin keamanan, integrasi ekonomi antara Rusia, Ukraina, dan Eropa, serta gencatan senjata di sepanjang garis kontak saat ini, lapor The Washington Post, mengutip seorang pejabat AS.
Poin pertama dari rencana tersebut berfokus pada rekonstruksi Ukraina. Bank Dunia dan perusahaan investasi global BlackRock dikabarkan tertarik menyusun skema pembiayaan untuk pemulihan negara ini, meski pihak Kyiv belum merinci estimasi dana yang dibutuhkan.
Poin kedua menyerukan pemberian jaminan keamanan kepada Ukraina, serupa dengan Pasal 5 Piagam NATO. Selain memberikan jaminan keamanan, Eropa juga berencana untuk mengoordinasikan langkah-langkah tersebut dengan Rusia guna memastikan stabilitas keamanan di kawasan.
Poin ketiga berfokus pada kesepakatan energi guna memperkuat integrasi ekonomi antara Rusia, Ukraina, dan Eropa. Salah satu opsi yang dibahas mencakup penyaluran minyak dan gas Rusia ke Eropa melalui pipa, di mana keuntungannya akan dibagikan antara Rusia dan Ukraina. Selain itu, rencana tersebut juga mencakup penetapan batas waktu serta ketentuan khusus untuk pencabutan sanksi terhadap Rusia.
Poin keempat mengusulkan gencatan senjata di sepanjang garis kontak saat ini. Menurut The Washington Post, rencana ini dirancang sebagai landasan penyelesaian teritorial sekaligus untuk menjamin keuntungan finansial dan keamanan bagi Rusia maupun Ukraina.
kolumnis The Washington Post (WP), David Ignatius, menyebut poin keempat dan terakhir sebagai elemen yang paling mengkhawatirkan dari rencana tersebut. Ia mengatakan bahwa hal itu mencakup pembekuan konflik di sepanjang garis depan saat ini. Ini, pada gilirannya, berarti bahwa Kyiv harus mengakui kendali Moskow atas wilayah yang hilang, termasuk Donbas.
“Masalah utamanya di sini adalah ketidakpastian garis ini sendiri, karena posisi garis depan berubah hampir setiap hari,” kata Ignatius.
Sekretaris Pers Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa Moskow sejauh ini baru mengetahui wacana damai AS dan Eropa melalui pemberitaan media. Peskov menegaskan bahwa pihak Moskow belum menerima draf atau usulan resmi apa pun.
Moskow berulang kali menegaskan bahwa penyelesaian damai di Ukraina menjadi prioritas utama Rusia, bukan sekadar gencatan senjata sementara.
