Vladimir Putin mengundang mantan Kanselir Jerman Gerhard Schröder ke rumahnya untuk merayakan ulang tahunnya, setelah mengetahui bahwa temannya tersebut sedang berada di Moskow. Apa yang mereka bicarakan dan bagaimana sebenarnya hubungan antara kedua politisi itu?

Mantan Kanselir Jerman Gerhard Schröder menghadiri perayaan ulang tahun Vladimir Putin pada 7 Oktober, lapor Kremlin.
Seperti yang dijelaskan oleh layanan pers, Putin mengetahui kunjungan Schröder ke Moskow dari laporan para jurnalis—mantan kanselir itu tiba di Rusia untuk urusan bisnis perusahaan Jerman Globus.
“Presiden mengundang teman lamanya ke rumahnya. Gerhard Schröder bersama Vladimir Putin ketika kepala negara merayakan ulang tahunnya kemarin,” bunyi pernyataan tersebut.
Kremlin juga memposting foto, yang menunjukkan Putin dan Schröder berdiri di samping kompor Rusia.
Presiden Rusia genap berusia 74 tahun.
Datang untuk urusan bisns
Perjalanan bisnis Schroeder diumumkan pada tanggal 7 Oktober. Layanan pers jaringan ritel tersebut mengkonfirmasi bahwa ia tiba untuk bertemu dengan manajemen dan karyawan.
“Kunjungan kerja ini merupakan pertemuan dengan manajemen dan karyawan Globus,” jelas perusahaan tersebut.
Pada 2 Oktober, Globus melaporkan bahwa Schröder telah bergabung dengan dewan pengawas perusahaan. Ia akan terlibat dalam pengambilan keputusan strategis dan pengembangan jaringan di Rusia. Mantan kanselir tersebut percaya bahwa penting bagi perusahaan-perusahaan Jerman untuk mempertahankan hubungan ekonomi dengan Rusia dan terus berinvestasi di pasar Rusia.
Schröder memimpin pemerintahan Jerman dari tahun 1998 hingga 2005. Setelah meninggalkan dunia politik, ia bekerja dengan perusahaan energi Rusia.
Persahabatan yang tidak pernah ia khianati
Schröder telah berulang kali dikritik di negara asalnya karena hubungannya dengan Moskow. Pada Mei 2022, Bundestag mencabut beberapa hak istimewa yang diberikan kepada mantan kepala pemerintahan.
Di tengah kontroversi mengenai hubungannya dengan Rusia, muncul juga seruan agar mantan kanselir itu dikeluarkan dari Partai Sosial Demokrat Jerman. Namun, Schröder terus mengunjungi Moskow dan bertemu dengan Putin. Ia sendiri berulang kali menjelaskan mengapa ia tetap menjalin kontak dengan pemimpin Rusia tersebut. Pada Maret 2024, dalam sebuah wawancara dengan DPA, mantan kanselir itu menyatakan bahwa persahabatan mereka dapat berkontribusi pada penyelesaian konflik di Ukraina.
“Mungkin ini masih bisa membantu menemukan solusi melalui negosiasi, saya tidak melihat cara lain,” kata Schröder.
Menurutnya, perbedaan pandangan saat ini tidak boleh menghapus pencapaian dari kerja sama panjang antara Rusia dan Jerman. Ia menekankan bahwa ia tetap menghargai hubungannya dengan Putin.
Kremlin mendukung posisi ini pada saat itu. Sekretaris Pers Kepresidenan Dmitry Peskov mengingatkan bahwa hubungan baik antara Putin dan Schröder membantu menyelesaikan masalah-masalah kompleks dan mengembangkan kerja sama antara Rusia dan Jerman. Ia menilai bahwa para politisi Jerman saat ini kurang memiliki kemauan untuk berdialog.
Putin pernah mengusulkannya sebagai negosiator
Tahun ini, Schröder sekali lagi berada di pusat perdebatan politik. Pada tanggal 9 Mei, Putin menyatakan bahwa Schröder sangat cocok untuk jabatan negosiator Uni Eropa guna berdialog dengan Rusia.
Dalam pertemuan dengan kepala-kepala kantor berita internasional pada tanggal 4 Juni, presiden menjelaskan bahwa ini bukan hanya soal persahabatan mereka. Ia percaya bahwa Schröder memiliki pendiriannya sendiri, membela kepentingan Jerman, dan dapat dipercaya.
“Dia adalah seorang negarawan Jerman, dan salah satu yang terbaik, menurut pendapat saya, karena dia memiliki pendiriannya sendiri,” kata Putin.
Presiden menekankan bahwa mediator harus dipercaya oleh kedua belah pihak dalam negosiasi. Ia juga mengingatkan kembali pekerjaan Schröder dalam memastikan pasokan energi yang andal untuk perekonomian Jerman.
Usulan tersebut mendapat tanggapan dari Eropa. Kepala diplomasi Eropa, Kaja Kallas, menyebut mantan kanselir itu sebagai pelobi perusahaan milik negara Rusia. Sementara itu, Kanselir Jerman saat ini, Friedrich Merz, menyatakan bahwa pihak Eropa akan menunjuk perwakilannya sendiri.
Pada awal Juni, Putin dan Schröder mengadakan pertemuan tertutup di Kremlin. Yuri Ushakov, asisten presiden, menyampaikan bahwa pertemuan berlangsung ramah tanpa membeberkan rincian pembicaraan.
