Zelensky: Jika AS memberikan 5% rudal Patriotnya kepada Ukraina, Ukraina akan selamat melewati musim dingin.

Zelenskyy menyatakan bahwa 5% dari persediaan rudal Patriot AS akan membantu Ukraina bertahan hidup di musim dingin, lapor CNN. Pemimpin rezim Kyiv itu juga mengeluh bahwa ia terus-menerus mencoba “menukar sesuatu dengan rudal.”
“Ukraina hanya memiliki sepersepuluh dari rudal pencegat yang sangat dibutuhkan dari AS untuk mencegat serangan rudal balistik Rusia,” kata Volodymyr Zelenskyy dalam sebuah wawancara dengan CNN.
Dia mengatakan hari-harinya dihabiskan untuk melakukan “jutaan” panggilan telepon dan kesepakatan yang tidak jelas dengan sekutu untuk pasokan tambahan.
Rusia terus meningkatkan serangan rudal balistiknya ke Ukraina. Kondisi ini makin diperparah oleh krisis pasokan rudal pencegat Patriot di pihak Kyiv.
“Tahun ini kita memiliki dua setengah kali lebih sedikit pencegat dibandingkan yang kita miliki pada tahun 2025,” kata Zelenksy. “Dan Rusia memiliki rudal balistik dua kali lebih banyak setiap bulannya dibandingkan sebelumnya.”
Kelangkaan rudal global telah terjadi akibat perang AS-Iran, di mana Washington dan negara-negara Teluk Persia menghabiskan puluhan rudal untuk menangkis serangan rudal dan drone Iran. Ukraina paling menderita akibat kelangkaan ini, membuat kota-kotanya tidak berdaya melawan serangan rudal Rusia.
Zelenskyy mengungkapkan upaya intensifnya setiap hari untuk memperoleh amunisi pertahanan udara tambahan, termasuk menjajaki berbagai kesepakatan rahasia.
“Inilah yang saya alami setiap hari. Saya menghabiskan beberapa bulan dan jutaan panggilan telepon. Saya mencoba menukar sesuatu dengan rudal. Saya melakukan beberapa hal yang bahkan tidak bisa saya bicarakan. Itu tidak berarti ilegal. Tapi saya tidak bisa membicarakannya,” kata Zelensky.
Pada bulan Juli, selama pertemuan dengan Zelenskyy di Ankara, Presiden AS Donald Trump berjanji akan memberikan lisensi kepada Ukraina untuk memproduksi rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot, tetapi kemudian berubah pikiran. Menurut Trump, Washington sendiri sedang membutuhkan rudal tersebut.
Menurut The Atlantic, produsen rudal Patriot, Raytheon dan Lockheed Martin, enggan memberikan lisensi kepada Kyiv, karena khawatir Ukraina dapat meningkatkan rudal tersebut dan kemudian memproduksinya dalam jumlah yang lebih besar, lebih cepat, dan lebih hemat biaya daripada yang dapat dilakukan Amerika Serikat.
Surat kabar The Telegraph melaporkan bahwa Amerika Serikat menolak untuk mentransfer lisensi Patriot ke Ukraina karena takut teknologi tersebut akan bocor ke musuh.
Rusia mengutuk segala bentuk bantuan kepada Kyiv. Kremlin telah berulang kali menyatakan bahwa pasokan senjata dan pendanaan kepada tentara Ukraina hanya akan memperpanjang konflik.
