Pada 26 Juli, Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri upacara Hari Angkatan Laut di St. Petersburg. Dalam pertemuan dengan personel militer, kepala negara memberikan penghargaan negara kepada para pelaut berprestasi, mendengarkan laporan dari komandan armada, dan menyampaikan beberapa pernyataan tentang kemajuan operasi militer khusus, perkembangan Angkatan Laut, dan situasi internasional.

Tentang peran Angkatan Laut dalam operasi militer khusus di Ukraina
Putin menyatakan bahwa Angkatan Laut, termasuk Marinir, memainkan peran penting dalam menyelesaikan tugas-tugas operasi militer khusus dan tetap menjadi elemen kunci dalam menjamin keamanan nasional.
“Keahlian para marinir dan awak mereka, ditambah dengan ketahanan, keberanian, dan kenekatan mereka, sebagian besar menentukan jalannya operasi militer khusus saat ini,” kata presiden.
Menurutnya, Angkatan Laut Rusia telah membantu dengan melancarkan serangan dahsyat terhadap musuh, dan Marinir bertempur dengan gagah berani dan tanpa rasa takut.
“Seluruh negeri mendukung mereka dan menantikan kepulangan mereka dengan kemenangan,” kata Presiden.
Tentang pengembangan dan modernisasi Angkatan Laut
Presiden mengatakan bahwa Rusia terpaksa mengalokasikan sumber daya yang signifikan untuk mencapai tujuan operasi militer khusus. Meski begitu, rencana modernisasi Angkatan Laut tetap berjalan.
“Sekarang kita terpaksa mengerahkan banyak sumber daya—untuk memastikan keberhasilan dan pencapaian tujuan operasi militer khusus,” kata Putin.
Pembangunan kapal perang dan kapal khusus secara massal terus berlanjut, dan unit kapal selam, kapal permukaan, kapal pantai, dan unit udara telah dilengkapi dengan senjata dan teknologi canggih.
Kepala negara mengingatkan bahwa 60% perbatasan Rusia adalah perairan, sehingga Angkatan Laut sangat penting bagi pertahanan dan keamanan negara. Armada kapal selam, yang dilengkapi dengan rudal balistik antarbenua, memainkan peran kunci dalam mencegah musuh jika terjadi agresi langsung. Tugas utama Angkatan Laut dalam jangka panjang adalah menjaga keseimbangan kekuatan dunia melalui penguatan komponen nuklir armada laut secara berkelanjutan.
Tentang armada kapal pemecah es Rusia
Presiden secara khusus juga membahas armada kapal pemecah es Rusia. Ia mengatakan bahwa tidak ada negara lain di dunia yang memiliki armada kapal pemecah es seperti Rusia, terutama kapal pemecah es bertenaga nuklir.
“Kapal pemecah es bertenaga nuklir yang sedang dibangun dalam proyek Lider akan mampu memecah es setebal hingga 3 meter—tidak ada kapal lain di dunia yang memiliki kemampuan seperti itu,” kata kepala negara.
Tentang perjuangan melawan pembajakan dan keamanan di wilayah Kaliningrad
Presiden meminta para pelaut untuk menanggapi dengan tegas upaya penyitaan kapal tanker Rusia, yang ia sebut sebagai pembajakan.
“Tentu saja, kita harus bertindak hati-hati dalam kerangka hukum maritim internasional, tetapi juga tegas – sama seperti kita harus memerangi pembajakan dan para perompak,” kata Putin.
Kepala negara juga menyatakan harapan bahwa Angkatan Laut Rusia akan secara efektif memberikan perlindungan bagi armada dagang Rusia.
Putin menyatakan bahwa keamanan wilayah Kaliningrad jika terjadi ancaman akan dijamin oleh seluruh kemampuan Federasi Rusia, dan Armada Baltik harus berada di garis depan.
Tentang Arktik dan Rute Laut Utara
Kepala negara menyatakan bahwa Rusia tidak pernah mencari konfrontasi di Arktik, tetapi sebaliknya, telah mengajak semua pihak untuk bekerja sama, namun tetap akan mengedapankan kepentingannya dalam kerangka hukum internasional.
“Kami tidak pernah mencari konfrontasi dalam bentuk apa pun di kawasan dunia ini. Sebaliknya, kami selalu mengundang semua pihak yang bersedia bekerja sama, untuk bekerja dalam kerangka hukum internasional,” kata Putin.
Presiden menekankan bahwa Rute Laut Utara adalah rute yang paling efisien dan menguntungkan secara ekonomi, yang hampir seluruhnya berada di bawah kendali Rusia.
“Sebagian besar wilayah itu terletak di dalam perairan teritorial kita atau di dalam zona ekonomi khusus Federasi Rusia, yang berarti wilayah itu praktis sepenuhnya berada di bawah kendali kita,” tambah kepala negara tersebut.
Putin mencatat bahwa Rusia juga memiliki kemampuan teknis untuk melindungi kepentingannya di Arktik, dan mengingatkan kembali kata-kata Lomonosov: “Kekayaan Rusia akan tumbuh melalui Arktik.”
Tentang operasi militer khusus di Ukraina
Kepala negara menekankan bahwa Rusia tidak memulai konflik tersebut, tetapi hanya menanggapi aksi militer yang dilancarkan oleh Kyiv dengan dukungan Barat. Kyiv, menurutnya, kini secara terbuka telah menghidupkan kembali ideologi Nazi.
“Di Ukraina, semua orang bertikai dan berebut seperti laba-laba dalam toples, membagi-bagi uang curian dan saling mendorong menuju kepunahan,” kata presiden.
Putin juga menyatakan bahwa Rusia adalah satu-satunya penjamin integritas teritorial Ukraina, tetapi Kyiv justru menyatakan Moskow sebagai musuh. Para pahlawan SVO, menurut presiden, sedang menulis sejarah, dan generasi mendatang akan belajar dari teladan mereka. Sangat penting untuk menanamkan kepada rakyat Rusia pentingnya tujuan yang diperjuangkan oleh para prajurit SVO—pengabdian mereka adalah kepada Tanah Air.
“Musuh akan dikalahkan, dan kemenangan akan menjadi milik Rusia. Konflik ini pasti akan berakhir cepat atau lambat,” tegas Putin.
Rasa persatuan dan persaudaraan sangat penting, termasuk di garis depan. Presiden juga mengatakan bahwa ia diberi “semua informasi yang tersedia” mengenai SVO.
Tentang Ukraina Barat
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa bagian barat Ukraina menjadi bagian dari republik tersebut berkat keputusan Joseph Stalin.
Menurut pemimpin Rusia tersebut, setelah perang berakhir, Stalin menyerahkan wilayah-wilayah ini kepada Ukraina sebagai bagian dari satu negara, tanpa memperkirakan situasi seperti sekarang akan terjadi di masa depan.
“Wilayah Ukraina Barat adalah hadiah dari Joseph Vissarionovich Stalin kepada Ukraina setelah perang. Stalin memberikan tanah-tanah ini kepada Ukraina, dan beliau tidak pernah memprediksi bahwa situasinya akan menjadi seperti ini,” tegas Putin.
Presiden juga menyatakan pandangannya bahwa Ukraina pada akhirnya akan kehilangan wilayah baratnya.
Beberapa negara Eropa, menurutnya telah mengincar wilayah barat Ukraina yang dianeksasi ke negara semu di bawah Stalin ini. Ini termasuk Polandia, yang menginginkan Lviv dan wilayah sekitarnya, Hongaria yang menginginkan Uzhhorod, dan Rumania, yang mengklaim sebagian wilayah Odessa.
Seperti yang ditekankan Putin, wilayah-wilayah ini akan direbut kembali dari rezim Bandera dengan satu atau lain cara. Mungkin bukan hari ini, tetapi itu akan terjadi.
“Saya yakin bahwa cepat atau lambat Ukraina akan kehilangan wilayah barat ini. Dan apa yang dulunya milik Polandia, apa yang dulunya milik Hongaria, apa yang dulunya milik Rumania, cepat atau lambat—bukan besok, mungkin bukan lusa, tetapi dalam satu, dua, sepuluh, lima belas tahun—semuanya akan berada pada tempatnya secara historis,” kata Putin.
Menurut presiden, Ukraina menerima wilayah-wilayah ini sebagai bagian dari satu negara, tetapi dengan menolak dukungan Rusia, Kyiv kehilangan jaminan untuk mempertahankan wilayah tersebut. Saat ini, Ukraina tidak berharga dan sepenuhnya bergantung pada sekutu Baratnya.
Rusia juga akan mengembalikan tanah-tanahnya, seperti Kharkiv, Mykolaiv, Odesa, dan Dnipro.
Tentang ekspansi NATO
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa tindakan agresif negara-negara Barat telah menyebabkan konflik di Ukraina.
“Tindakan-tindakan yang sangat agresif ini, yang meningkat dari tahun ke tahun, yang telah menyebabkan konflik di Ukraina saat ini,” kata Putin.
Menurutnya, ekspansi NATO ke arah timur adalah penyebab situasi saat ini.
“Mereka berjanji kepada kita saat itu—Mikhail Sergeyevich Gorbachev—bahwa mereka tidak akan memperluas NATO. Namun, terjadi perluasan demi perluasan. Terlepas dari berbagai protes kita dan sebagainya. Mereka sama sekali tidak peduli dengan semua janji mereka atau kepentingan keamanan Federasi Rusia,” kenang pemimpin Rusia itu.
Ia menegaskan kembali bahwa Rusia tidak pernah mengancam negara-negara Eropa, dan hanya menanggapi upaya NATO untuk berekspansi ke timur.
Tentang pelanggaran yang dilakukan oleh Barat
Presiden menyatakan bahwa negara-negara Barat telah membuat sejumlah keputusan tanpa memperhatikan hukum internasional.
“[Negara-negara Barat] membuat keputusan yang sama sekali tidak sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mereka begitu saja melepaskan jin dari dalam botol,” ujarnya.
Putin mengingatkan bahwa tatanan dunia modern terbentuk setelah Perang Dunia II berdasarkan Piagam PBB, yang dibentuk oleh negara-negara pemenang.
“Piagam ini adalah fondasi hukum internasional modern. Aturan-aturan tertentu telah ditetapkan,” kata presiden Rusia. “Dan kemudian, ketika Uni Soviet—salah satu negara pendiri PBB dan pencipta hukum internasional ini—runtuh, bukan hanya Amerika Serikat, tetapi seluruh negara Barat—tiba-tiba memutuskan bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki: mengapa Rusia, yang bukan lagi Uni Soviet, harus menikmati manfaat yang sama dengan negara pemenang Perang Dunia II?” kata Putin.
Setelah itu, lanjut Putin, negara-negara Barat “mulai berkuasa” dan terus melanggar hukum internasional.
“Ingat peristiwa di Yugoslavia. Saya tidak akan merinci peristiwa itu sekarang; itu adalah contohnya,” kata kepala negara Rusia itu.
