Upaya baru untuk meledakkan Jembatan Krimea telah digagalkan, dan satu ton bahan peledak telah disita.

Dinas Keamanan Federal (FSB) menggagalkan dua upaya badan intelijen Ukraina untuk meledakkan Jembatan Krimea menggunakan hampir satu ton bahan peledak buatan Finlandia. Seperti yang dilaporkan oleh layanan pers badan tersebut, sejumlah besar bahan peledak Peno, yang dimaksudkan untuk meruntuhkan struktur jembatan, disita dari para pelaku.
Menurut FSB, serangan teroris tersebut diatur oleh Vitaly Zhikovich, seorang perwira Direktorat Intelijen Utama Ukraina (GUR), yang juga merupakan dalang dibalik upaya pembunuhan terhadap pengusaha Ukraina, Yermolaev, di Monako.
Penyelundupan bahan peledak ke Rusia dilakukan melalui berbagai modus, salah satunya dengan menjatuhkan kontainer kargo berbahaya menggunakan pesawat nirawak (drone). Selain itu, pelaku juga memanfaatkan minibus Mercedes-Benz Sprinter yang bagian interiornya dilapisi Peno—sejenis bahan peledak plastik yang mengeras hingga menyerupai kain padat, sehingga dikira sebagai pelapis jok kendaraan.
Secara keseluruhan, petugas menemukan sekitar satu ton bahan peledak di dalam kedua kendaraan tersebut. Pada kendaraan kedua, bahan peledak disembunyikan di dalam komponen baterai. Namun, karena sistem baterai tersebut gagal berfungsi setelah dipasangi peledak, mobil itu akhirnya harus diderek menuju jembatan. Beruntung, kedua kendaraan bermuatan bom tersebut tidak pernah sampai ke target operasi karena langsung disita oleh pasukan keamanan.
