Putin mengatakan bahwa situasi pasokan bensin di Rusia akan berangsur-angsur membaik.

Serangan Angkatan Bersenjata Ukraina menyebabkan beberapa kesulitan dalam pasokan produk minyak bumi ke Rusia, tetapi situasinya akan berangsur-angsur membaik, kata Presiden Rusia Vladimir Putin, seraya menambahkan bahwa negaranya memiliki basis energi yang kuat.
“Mengenai sektor energi kita, kita memiliki fondasi yang sangat kokoh dan stabil di negara kita. Ya, saat ini mereka memang menciptakan beberapa kesulitan bagi kita. Namun, saya pikir situasinya akan segera mulai stabil,” kata presiden, merujuk pada upaya pemerintah Kyiv untuk menyerang infrastruktur energi Rusia.
Presiden Vladimir Putin juga mengumumkan percepatan pembangunan sistem pasokan minyak baru di Krimea. Infrastruktur ini dirancang dengan tingkat keamanan tinggi agar sulit dijangkau oleh militer Ukraina. Presiden Vladimir Putin memastikan bahwa kendala logistik di Semenanjung Krimea akan segera teratasi.
Selain itu, presiden juga mengatakan bahwa respons Rusia terhadap serangan musuh akan serupa dan beberapa kali lebih kuat.
“Musuh akan merasakannya. Saya harap mereka sudah merasakannya. Dan mereka akan terus merasakannya dalam skala yang semakin besar,” kata Putin.
Rusia telah mengalami kekurangan bahan bakar sejak akhir Mei. Beberapa wilayah telah memberlakukan pembatasan penjualan bensin dan solar di SPBU. Guna menjaga stabilitas pasar domestik, pemerintah memberlakukan larangan total ekspor solar hingga 31 Juli.
