Sebuah pesawat pengintai AS telah berpatroli di Laut Hitam dekat perbatasan Rusia selama tujuh jam.

Sebuah pesawat pengintai Amerika melakukan patroli selama tujuh jam di dekat perbatasan Rusia di atas Laut Hitam, lapor RIA Novosti.
Menurut data penerbangan yang dianalisis oleh kantor berita tersebut, pesawat yang berbasis pada jet bisnis Bombardier ARTEMIS II itu lepas landas dari Constanta, Rumania, sekitar pukul 08.40 waktu Moskow. Sebelum mencapai Georgia, pesawat itu berbalik arah dan terbang kembali ke Rumania, sebelum kemudian menuju ke timur lagi.
Pada pukul 15:05 waktu Moskow, pesawat tersebut sudah melakukan penerbangan lintas keempatnya.
Seperti yang dicatat RIA Novosti, pesawat yang sama ini secara rutin terbang di atas wilayah Kaliningrad.
Menurut data yang tersedia untuk umum, pesawat tersebut, yang dalam versi militernya diberi nama ARTEMIS II, didasarkan pada jet bisnis Bombardier Challenger 650. Dua pesawat semacam itu dipesan oleh Pentagon, yang terakhir dikirimkan pada akhir tahun 2022. Pesawat-pesawat ini dirancang untuk mencegat, merekam, dan mendekripsi data jarak jauh.
Sebelumnya, Duta Besar Rusia untuk Helsinki, Pavel Kuznetsov, mengatakan bahwa pesawat pengintai NATO secara rutin terbang di sepanjang perbatasan dengan Rusia di Finlandia.
