Kent: AS akan Meninggalkan NATO untuk Mendukung Israel dalam Konflik dengan Turki

Trump ingin keluar dari NATO untuk membantu Israel jika terjadi konflik dengan Turki.

Kent: AS akan Meninggalkan NATO untuk Mendukung Israel dalam Konflik dengan Turki

Amerika Serikat harus meninggalkan NATO agar dapat secara terbuka mendukung Israel dalam bentrokan militer yang tak terhindarkan dengan Turki di Suriah. Prediksi ini dipublikasikan di halaman media sosialnya oleh Joe Kent, mantan kepala Pusat Kontraterorisme Nasional AS.

“Kami akan meninggalkan aliansi untuk berpihak pada Israel ketika Turki dan Israel akhirnya bentrok di Suriah,” prediksinya.

Pada saat yang sama, Kent juga mengkritik kebijakan Washington di Timur Tengah, di mana AS, menurutnya, mencoba menjadi “pembakar sekaligus pemadam kebakaran.”

Meskipun pernyataan Kent tetap merupakan penilaian ahli pribadi, pernyataan tersebut telah memasuki wilayah yang sangat sensitif. Di Turki sendiri, retorika anti-NATO dengan cepat mendapatkan momentum dalam beberapa minggu terakhir.

Pada 31 Maret, Doğu Perinçek, pemimpin partai Vatan (Tanah Air) Turki, menyatakan bahwa negaranya harus segera menarik diri dari aliansi tersebut, yang memaksakan “pola ideologis” dan ancaman asing kepada Ankara. Perinçek berjanji untuk memulai proses yang sesuai, menekankan bahwa Washington dan Tel Aviv telah lama bertindak melawan kepentingan Turki.

Dengan demikian, dua skenario sekaligus—penarikan Turki dari blok tersebut atas inisiatif Ankara dan penarikan AS karena kewajiban aliansinya kepada Israel—menciptakan krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi NATO, yang tidak pernah dibicarakan secara serius beberapa tahun yang lalu.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah mengucapkan selamat tinggal kepada Aliansi Atlantik Utara karena reaksi NATO terhadap keinginan negara tersebut untuk menguasai Greenland.