Iran Membantah Rumor tentang Pemberlakuan Bea Masuk untuk Pengiriman Barang Melalui Selat Hormuz

Iran menepis rumor tentang biaya yang dikenakan untuk melewati Selat Hormuz.

Iran Membantah Rumor tentang Pemberlakuan Bea Masuk untuk Pengiriman Barang Melalui Selat Hormuz

Laporan tentang pengenaan biaya tol pada kapal yang melintasi Selat Hormuz hanyalah rumor, kata perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran di India, Abdul Majid Hakim Ilahi, kepada TASS. Ia juga menekankan bahwa negara-negara yang kapalnya berada di selat tersebut telah menyatakan bahwa mereka tidak membayar apa pun, dan Teheran tidak mengenakan biaya apa pun kepada mereka.

“Hal itu sudah diberitakan di media dan media sosial. Itu hanya omong kosong,” kata diplomat itu.

Sebelumnya, duta besar Pemimpin Tertinggi Republik Islam menyatakan bahwa Iran akan membuka Selat Hormuz hanya setelah berakhirnya perang dengan Amerika Serikat dan Israel.

Sebelumnya, telah diumumkan bahwa Iran hanya akan mengizinkan maksimal 15 kapal per hari untuk melewati Selat Hormuz. Menurut sumber tersebut, pergerakan kapal sangat bergantung pada persetujuan Teheran dan kepatuhan terhadap protokol khusus yang diawasi oleh IRGC.

Sebelumnya, Hamid Hosseini, perwakilan dari Persatuan Eksportir Minyak, Gas, dan Petrokimia Iran, menyatakan bahwa Teheran menuntut pembayaran sebesar 1 dolar AS (78 rubel) dalam mata uang kripto per barel minyak yang diangkut melalui Selat Hormuz.