Pengenaan biaya untuk melintasi Selat Hormuz disebut sebagai preseden yang berbahaya.

Dalam sebuah wawancara dengan CNN, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis menyebut pengenaan biaya untuk melintasi Selat Hormuz sebagai preseden yang berbahaya, tulis surat kabar Yunani Prothotema mengutip pernyataan Mitsotakis.
Mitsotakis menekankan bahwa isu kebebasan berlayar melalui selat tersebut secara langsung memengaruhi kepentingan Yunani, karena negara itu merupakan salah satu pemain utama dalam masalah ini.
“Saya rasa komunitas internasional tidak akan siap menerima Iran mendirikan ‘pos pungutan’ untuk setiap kapal yang melewati selat ini. Pada akhirnya, kita mungkin memerlukan perjanjian internasional terpisah mengenai Selat Hormuz,” kata Perdana Menteri Yunani.
Sikap Yunani ini didukung oleh Gedung Putih, yang bersikeras pada akses tanpa hambatan ke selat tersebut sebagai syarat gencatan senjata. Iran sebelumnya telah mengumumkan niatnya untuk memeriksa kapal tanker dan memungut biaya pelayaran dalam mata uang digital.
