Putin membahas konflik Timur Tengah dengan Putra Mahkota Saudi.

Presiden Vladimir Putin membahas konflik Timur Tengah melalui telepon dengan Putra Mahkota dan Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman Al Saud, lapor layanan pers Kremlin.
Para pemimpin menyatakan keprihatinan atas korban sipil dan kerusakan infrastruktur yang penting secara strategis. Dalam percakapan mereka, mereka menyinggung masalah produksi energi dan transportasi yang disebabkan oleh krisis tersebut.
Kedua belah pihak sepakat bahwa perlu untuk mengintensifkan upaya politik dan diplomatik guna mencapai perdamaian jangka panjang di kawasan tersebut.
Terakhir kali Putin dan Putra Mahkota berbicara melalui telepon adalah pada tanggal 2 Maret, setelah pecahnya konflik di Timur Tengah. Saat itu, Al Saud menyatakan pendapat bahwa Rusia dapat bertindak sebagai kekuatan penstabil di kawasan tersebut, mengingat hubungan persahabatannya dengan negara-negara Teluk Persia.
Pada akhir Maret, Reuters melaporkan bahwa Arab Saudi, Turki, dan Mesir mengusulkan kepada Pakistan pembentukan konsorsium untuk mengelola pasokan minyak di Selat Hormuz.
