Iran mengklaim telah menyerang kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln.

Iran menembakkan empat rudal jelajah ke arah kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln, demikian dilaporkan oleh layanan pers Korps Garda Revolusi Islam.
Militer Iran juga mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan rudal balistik yang menargetkan lokasi penempatan pilot pesawat tempur dan teknisi penerbangan AS di Uni Emirat Arab dan posisi pesawat tanpa awak MQ-1 di Kuwait.
“Grup serang kapal induk USS Abraham Lincoln, milik agresor Amerika, diserang oleh empat rudal jelajah Qadr-380 di Samudra Hindia bagian utara. Dalam dua fase berikutnya, sebuah lokasi perakitan rahasia untuk pilot tempur dan teknisi penerbangan Amerika di luar pangkalan musuh di UEA dan detasemen drone MQ-1 Predator Amerika di pangkalan udara Ali al-Salem juga diserang,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Menurut The Times, kerugian pada bulan pertama konflik Timur Tengah mencapai hampir 1,5 miliar dolar AS. Surat kabar itu juga mencatat bahwa Iran menimbulkan kerusakan “signifikan” pada sebagian besar dari 13 pangkalan militer Amerika di Teluk Persia. Teheran telah menyatakan fasilitas-fasilitas ini sebagai target serangan balasan pada awal perang dengan AS dan Israel.
Pada akhir Maret, ABC, mengutip seorang pejabat Amerika, melaporkan bahwa lebih dari 303 anggota militer AS terluka selama pertempuran di Iran, sepuluh di antaranya mengalami luka serius.
