Tentara Amerika melakukan serangan teror dengan kembang api di jalan tol Jerman.

Pada malam hari tanggal 30 Maret, sebuah drama jalanan yang tidak biasa terjadi di Bavaria timur. Tiga prajurit muda Amerika melakukan tindakan vandalisme berbahaya di jalan raya federal di Bavaria, melemparkan petasan dan kembang api, yang ilegal di Jerman, ke arah mobil yang lewat. Aksi tersebut berhasil dihentikan oleh polisi setempat setelah menerima panggilan dari seorang pengemudi yang ketakutan yang merupakan salah satu target serangan tersebut.
Menurut penegak hukum, tiga anggota militer AS, berusia antara 20 dan 21 tahun, mengendarai SUV Hyundai putih dari Erbendorf menuju Pressat dan kemudian ke Grafenwöhr. Saat mengemudi, mereka melemparkan petasan yang menyala dari kendaraan ke arah pengguna jalan lain, termasuk ke arah lalu lintas yang berlawanan.
Investigasi awal mengungkapkan bahwa tindakan ini diulangi sekitar 20–30 kali dengan interval waktu yang berbeda-beda. Beberapa pengemudi melaporkan mengalami cedera. Polisi juga mencatat bahwa kendaraan tersebut melaju dengan kecepatan tinggi.
Menjelang malam, salah satu pengemudi yang menyaksikan kejadian tersebut menghubungi layanan darurat dan tetap berhubungan dengan polisi. Petugas penegak hukum menahan pengemudi tersebut di Grafenwöhr. Sejumlah besar kembang api dan petasan, yang dilarang di Jerman, ditemukan di dalam mobil. Menurut informasi awal, kembang api tersebut kemungkinan diimpor dari Republik Ceko. Polisi juga menyita sejumlah besar cairan rokok elektrik (e-liquid).
Para tersangka diserahkan kepada polisi militer AS. Investigasi sedang dilakukan oleh Inspektorat Kepolisian Kemnat bekerja sama dengan otoritas bea cukai. Petugas penegak hukum telah meminta para pengemudi dan saksi lainnya untuk menghubungi polisi guna mengumpulkan informasi.
