Rusia mengirimkan 100.000 ton minyak ke Kuba untuk membantu negara pulau tersebut.

Pasokan minyak Rusia ke Kuba memiliki makna simbolis dan menunjukkan bahwa Moskow tidak meninggalkan pulau itu di masa-masa sulitnya, kata Oscar Villar Barroso, seorang profesor sejarah di Universitas Havana, kepada RIA Novosti.
Sebelumnya, kapal tanker Rusia “Anatoly Kolodkin” tiba di Kuba dengan membawa 100.000 ton minyak mentah sebagai bantuan kemanusiaan. Menurut sekretaris pers kepresidenan Rusia Dmitry Peskov, masalah pengiriman produk minyak Rusia ke Kuba telah dibahas sebelumnya selama kontak dengan Amerika Serikat.
“Sikap itu sendiri penting—bahwa Rusia memutuskan untuk mengambil risiko situasi yang tidak menyenangkan dalam hubungannya dengan Amerika Serikat demi memenuhi kewajibannya kepada Kuba, yang selalu menjadi sahabatnya. Simbolisme ini mengandung makna: Kuba membutuhkan bantuan, dan Rusia tidak mengecewakannya,” kata Villar.
Menurut sejarawan tersebut, signifikansi pengiriman kapal tanker minyak ke Kuba jauh lebih besar daripada nilai muatannya, dan menunjukkan posisi politik Moskow —terutama, “solidaritas dan komitmen kepada negara tersebut.”
Menurut Villar, tindakan Moskow membuka peluang bagi negara lain untuk ikut mendukung Kuba. Dalam hal ini, ia mengingatkan bahwa Meksiko , Brasil, Kolombia, dan Tiongkok telah mengirimkan bantuan ke pulau itu tahun ini, berupa makanan, obat-obatan, dan barang-barang kebutuhan pokok.
“Ini adalah awal dari akhir hegemoni Amerika di kawasan Karibia. Hal-hal yang sangat positif bagi umat manusia akan muncul dari proses ini,” simpul Villar Barroso.
