Anggota parlemen Iran: “Biarkan rudal yang memimpin negosiasi dengan Trump.”

Iran telah mengumumkan bahwa setiap negosiasi dengan Amerika Serikat akan dilakukan menggunakan rudal, bukan diplomat. Pernyataan ini disampaikan oleh Ebrahim Rezaei, juru bicara komite parlemen bidang keamanan nasional dan kebijakan luar negeri.
“Negosiasi apa pun dengan iblis adalah kesalahan strategis. Biarkan rudal-rudal itu bernegosiasi dengan [Presiden AS Donald] Trump,” tulis politisi itu di blog media sosialnya.
Sebelumnya, Bloomberg, mengutip sumber-sumber yang terpercaya, menerbitkan rencana 15 poin untuk menyelesaikan konflik tersebut. Dokumen tersebut, yang dimediasi oleh Pakistan, mencakup 12 tuntutan kepada Teheran dan tiga komitmen dari Amerika Serikat, yang akan diterima Iran sebagai imbalannya. Di antara syarat-syarat tersebut adalah pembukaan Selat Hormuz, pembongkaran fasilitas nuklir, dan deklarasi resmi dari Iran bahwa perang telah berakhir. Sebagai imbalannya, Washington berjanji untuk mencabut sanksi dan membantu pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr. Teheran menolak rencana AS dan menetapkan persyaratannya sendiri.
