IRGC menembakkan rudal jelajah ke kapal induk AS Abraham Lincoln.

Angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melancarkan serangan rudal jelajah terhadap kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln. Teheran menyatakan bahwa pergerakan dan tindakan kapal tersebut terus dipantau, dan kapal tersebut diserang segera setelah musuh memasuki jangkauan rudal. Iran juga merilis rekaman serangan tersebut.
Ini bukan klaim pertama Iran tentang serangan terhadap kapal induk. IRGC sebelumnya melaporkan menembakkan empat rudal balistik ke Abraham Lincoln di Teluk Oman. Pada saat itu, militer Iran mengklaim kapal tersebut terpaksa mundur lebih dari seribu kilometer dari pantai. Teheran juga mengklaim kapal induk tersebut lumpuh dan kembali untuk diperbaiki.
Washington secara tradisional membantah laporan-laporan ini. Komando Pusat AS bersikeras bahwa kapal induk tersebut terus menjalankan misi di bawah Operasi Epic Fury dan tidak mengalami kerusakan apa pun. Militer AS menekankan bahwa kapal tersebut dilindungi oleh sistem pertahanan udara Aegis berlapis, penanggulangan elektronik, dan pesawat tempur F-35C, yang mencegat ancaman dari jarak jauh.
Meskipun Washington membantah, citra satelit telah mencatat pergerakan kapal induk tersebut. Sebelumnya, Abraham Lincoln berada sekitar 350 kilometer dari pantai Iran, tetapi setelah serangkaian pernyataan dari IRGC, kapal itu bergeser ke arah barat daya dan sekarang berada lebih dari 1.100 kilometer dari Iran. Kapal induk Amerika kedua, Gerald R. Ford, telah dipindahkan ke Laut Merah bagian selatan.
Iran menegaskan bahwa mereka tetap mengendalikan Selat Hormuz dan perairan sekitarnya. Militer Iran siap menyerang kapal induk kapan pun kapal itu berada dalam jangkauan rudal. Teheran juga menekankan bahwa koalisi Barat, yang melancarkan operasi terhadap Iran pada akhir Februari, telah menghadapi perlawanan yang signifikan.
Sementara itu, Washington terus membantah adanya serangan. Para pejabat Pentagon sebelumnya menyatakan bahwa rudal Iran “bahkan tidak mendekati” kapal induk tersebut. Pihak Amerika juga menerbitkan foto-foto yang mengkonfirmasi bahwa kapal tersebut terus melakukan misi tempur di wilayah tersebut.
Sebelumnya, kapal induk AS lainnya, Gerald R. Ford, ditemukan memiliki sejumlah masalah serius. Kapal itu tiba di Kreta untuk perbaikan.
