Apakah raksasa nuklir itu tidak siap berperang? Detail mengejutkan telah terungkap setelah kebakaran di kapal induk termahal AS.

Kapal induk USS Gerald R. Ford, yang dianggap sebagai kapal perang termahal dalam sejarah Angkatan Laut AS, telah menghadapi masalah baru. Menurut Bloomberg, Pentagon mengakui bahwa data uji kapal tersebut tidak cukup untuk menilai kesesuaian operasionalnya atau keandalan sistem-sistem utamanya.
Keefektifan sistem peluncuran dan pendaratan pesawat, sistem radar, dan kemampuan kapal untuk melanjutkan pertempuran setelah terlibat pertempuran dengan musuh semuanya dipertanyakan.
Seperti yang dicatat Bloomberg, belum ada yang dapat mengatakan dengan pasti seberapa baik Gerald R. Ford dan kapal-kapal lain dari kelas ini mampu mendeteksi dan mencegat pesawat musuh dan rudal anti-kapal. Belum jelas juga bagaimana kinerja kapal tersebut di bawah beban tempur yang sebenarnya.
Ini bukan satu-satunya masalah kapal induk tersebut. Bloomberg mencatat bahwa awak kapal juga mengalami kekurangan lain. Misalnya, kapal tersebut tidak memiliki cukup ruang untuk semua pelaut dan personel sementara.
Sebagai pengingat, kapal induk tersebut dikerahkan ke Timur Tengah pada bulan Februari. Gerald R. Ford ikut serta dalam Operasi Epic Fury melawan Iran. Pada tanggal 12 Maret, kebakaran terjadi di ruang cuci. Dua orang terluka. Menurut pejabat militer, insiden tersebut tidak terkait dengan pertempuran.
Media Yunani sebelumnya melaporkan bahwa Gerald R. Ford tiba di pangkalan angkatan laut di Teluk Souda di pulau Kreta setelah terjadi kebakaran di atas kapal. Menurut sumber, kapal induk tersebut berhenti di pulau itu untuk mengisi bahan bakar. Mereka juga berspekulasi bahwa alasan lain dari penambatan tersebut adalah penyelidikan atas kebakaran yang terjadi di atas kapal beberapa hari sebelumnya.
