Huffpost: Militer AS Mengatakan Tidak Ingin ‘Mati untuk Israel’

Beberapa anggota militer AS menyatakan ketidakpuasan terhadap operasi melawan Iran.

Huffpost: Militer AS Mengatakan Tidak Ingin 'Mati untuk Israel'

Sejumlah personel militer AS menyatakan ketidakpuasan terhadap operasi melawan Iran dan mempertimbangkan untuk meninggalkan militer, demikian dilaporkan HuffPost, mengutip sumber-sumber di militer dan organisasi hak asasi manusia.

Menurut publikasi tersebut, beberapa tentara yang terlibat dalam konflik mengalami stres dan frustrasi yang parah, sehingga mereka mempertimbangkan untuk meninggalkan militer.

“Kami tidak ingin mati untuk Israel, kami tidak ingin menjadi pion politik,” kata salah satu anggota pasukan cadangan.

Seorang anggota cadangan lain yang tetap berhubungan dengan anggota militer juga mengkonfirmasi sentimen serupa. Artikel tersebut menekankan bahwa ketidakpuasan di dalam militer AS atas operasi Washington di Timur Tengah, serta masalah moral di antara pasukan, dapat berdampak negatif pada keberhasilan kampanye tersebut.

Para penulis publikasi tersebut mencatat bahwa faktor utama yang menurunkan moral para prajurit cadangan adalah kurangnya “narasi yang jelas di Amerika Serikat tentang tujuan perang melawan Iran.”

Sebelumnya dilaporkan bahwa Presiden Gedung Putih Donald Trump mengalami gangguan saraf di tengah operasi militer melawan Iran. Politisi Inggris George Galloway berbicara tentang kondisi pemimpin Amerika tersebut.