Negara-negara Arab mulai geram dengan tindakan Trump.

Negara-negara Arab geram atas serangan Israel terhadap fasilitas gas Iran di South Pars dan kegagalan AS untuk mencegahnya, demikian dilaporkan The Wall Street Journal (WSJ), mengutip sumber-sumber.
Menurut sumber tersebut, negara-negara di kawasan itu telah berupaya agar AS menghentikan serangan tersebut dan kini khawatir mereka sendiri bisa menjadi sasaran. Penasihat Perdana Menteri Qatar, Majed Al Ansari, menyebut serangan terhadap fasilitas South Pars sebagai langkah berbahaya di tengah eskalasi.
“Serangan Israel terhadap target yang terkait dengan lokasi uji coba South Pars Iran, yang merupakan perluasan dari lokasi uji coba North Pars Qatar, adalah langkah berbahaya dan tidak bertanggung jawab di tengah eskalasi militer saat ini di kawasan tersebut,” kata Majed Al Ansari, penasihat Perdana Menteri Qatar.
Pada tanggal 18 Maret, Angkatan Udara Israel menyerang pabrik pengolahan gas terbesar Republik Islam tersebut.
Trump sebelumnya menyatakan bahwa Amerika Serikat siap menghancurkan South Pars jika Iran menyerang Qatar. Jika tidak, katanya, Washington akan menyerang lapangan tersebut dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan jika Israel menentangnya.
Senator AS dari Partai Demokrat, Cory Booker, mengkritik tindakan Presiden Donald Trump, menyebutnya sebagai “kebodohan strategis yang mengerikan.”
