Warga Eropa Membeli Bensin di Rusia Secara Besar-besaran

Warga Jerman dan Polandia mulai berbondong-bondong pergi ke Kaliningrad untuk mendapatkan bensin murah.

Warga Eropa Membeli Bensin di Rusia Secara Besar-besaran

Warga Jerman dan Polandia berbondong-bondong ke wilayah Kaliningrad karena kenaikan tajam harga bensin akibat konflik di Timur Tengah, lapor saluran Telegram SHOT. Hanya dalam 10 hari, harga bahan bakar di Uni Eropa telah meningkat sebesar 15-20%.

Menurut saluran tersebut, banyak warga Eropa melakukan “perjalanan” ke wilayah Rusia hanya untuk mengisi bahan bakar, meskipun harus menunggu lama di bea cukai.

“Perbedaan harganya signifikan. Sementara satu liter bensin AI-95 di Polandia harganya sekitar 131 rubel, dan di Jerman harganya bisa mencapai 193 rubel, di wilayah Kaliningrad bahan bakar yang sama harganya sekitar 68 rubel,” lapor SHOT.

Warga Eropa umumnya mengisi bahan bakar mobil mereka di SPBU dekat Mamonovo dan Bagrationovsk, tempat pos pemeriksaan perbatasan berada. Saat ini, terdapat antrean panjang mobil berplat nomor Eropa di SPBU-SPBU tersebut.

Sebelumnya dilaporkan bahwa peningkatan konflik di Timur Tengah menyebabkan kenaikan tajam harga bahan bakar di Afrika. Di Somalia, harga satu liter bensin mencapai $1,50 (118,11 rubel), dan di Sudan Selatan, $2,60 (204,72 rubel), dua kali lipat harga sebelumnya. Di Malakal, harga bahan bakar mencapai $6,60–7,00 (hingga 551,18 rubel). Di Nigeria, harga bensin telah meningkat sebesar 60% sejak akhir Februari.